Kumpul Bareng Warga Jatim, Djarot Cerita Dia Dihadang Saat "Blusukan"

Kompas.com - 11/01/2017, 22:56 WIB
Cawagub DKI berkumlul bersama Paguyuban Warga Jawa Timur di Rumah Sarwono, Pasar Minggu, Rabu (11/1/2017). Jessi CarinaCawagub DKI berkumlul bersama Paguyuban Warga Jawa Timur di Rumah Sarwono, Pasar Minggu, Rabu (11/1/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat,  bercerita kepada warga Jawa Timur tentang penghadangan yang dialami saat blusukan. Dengan logat Jawa, Djarot mengaku hanya bisa sabar jika ada yang melakukan penghadangan.

"Saya tuh dihadang sudah berapa kali. Aku wis sabar, sampai sekarang aku masih sabar. Sabar aja aku," kata Djarot dalam acara ngopi bareng Paguyuban Warga Jawa Timur di Rumah Sarwono, Pasar Minggu, Rabu (11/1/2017).

Sambil berseloroh, Djarot mengatakan dia tidak mungkin masih bersabar jika penghadangan tersebut terjadi di kampung halamannya. Warga Jawa Timur yang hadir dalam kegiatan tersebut tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Djarot.

Djarot menceritakan apa saja tudingan yang pernah dia terima ketika dihadang. Menurutnya, semua tudingan itu kasar, seperti sebutan penista agama, kafir, hingga haram.

"Saya dibilang 'penista agama', 'kafir'. Saya langsung syahadat. Eh haram katanya, aduh sabar aku," kata Djarot.

"Dibilang 'penista agama', saya bilang 'waduh saya sudah haji Pak'. Katanya 'satu grup'. Waduh satu grup, iki opo toh. Wis sing waras ngalahlah," tambah Djarot.

Penghadang Djarot menyebut dia "satu grup" dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang merupakan pasangan calon Djarot pada Pilkada DKI 2017. Ahok dituduh telah menodai agama terkait pidatonya di Kepulauan Seribu pada September tahun lalu.

Di akhir ceritanya, Djarot mengatakan dia tidak takut dengan penghadangan itu. Dia memilih bersabar. Apalagi dia merasa tidak berbuat salah apa-apa.

"Jangan takut sepanjang kita benar dan di jalan yang lurus," kata Djarot.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Tarif Ojek Malam Mahal, Pengemudi yang Beroperasi Siang Sepi Penumpang

Megapolitan
Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Fraksi Demokrat Ajukan Diri untuk Jadi Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X