Kompas.com - 12/01/2017, 09:14 WIB

Suasana jembatan penyeberangan orang (JPO) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). JPO tersebut guna mempermudah akses pejalan kaki dari stasiun dan dibutuhkan untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi di pintu keluar Stasiun Tanah Abang. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana jembatan penyeberangan orang (JPO) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). JPO tersebut guna mempermudah akses pejalan kaki dari stasiun dan dibutuhkan untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi di pintu keluar Stasiun Tanah Abang.
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Tanah Abang seringkali ditertibkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat, baik pedagang kaki lima (PKL) maupun parkir liar. Namun, penertiban tak memberikan efek jera bagi para PKL dan juru parkir liar untuk kembali ke jalan di Kawasan Pasar Tanah Abang.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, penataan Kawasan Tanah Abang menjadi salah satu fokus Pemkot Jakarta Pusat pada 2017 ini. Namun, Mangara mengaku kesulitan menata kawasan tersebut.

"Memang kita agak kesulitan menata Tanah Abang karena itu daya dukungnya yang terbatas, sedangkan orang yang ke sana itu bukan hanya dari Jabodetabek, dari mancanegara juga," ujar Mangara di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Mangara menuturkan, penumpang dari Jabodetabek yang turun di Stasiun Tanah Abang hampir mencapai angka satu juta setiap harinya. Keluar dari stasiun, mereka tumpah ruah di Jalan Jatibaru. Kondisi tersebut, lanjut Mangara, membuat para PKL turun ke jalan.

"Nah karena banyaknya manusia, maka orang yang menjajakan makanan juga datang, yang menjajakkan pakaian juga datang," kata dia.

Relokasi PKL bukan solusi

Menurut Mangara, merelokasi PKL ke dalam gedung bukan solusi untuk mengatasi kesemrawutan Kawasan Tanah Abang. PKL akan kembali ke jalan selama masih banyak warga yang tumpah ke Jalan Jatibaru.

"Saya kira relokasi bukan jalan keluar. Kita buat relokasi baru, dia tetap akan datang ke situ karena manusia ada di situ," ucap Mangara.

Para PKL, kata dia, merupakan perpanjangan tangan para pedagang di dalam Pasar Tanah Abang. Jika tidak banyak warga yang tumpah ruah ke Jalan Jatibaru usai keluar Stasiun Tanah Abang, para PKL juga tidak akan menjajakkan barang dagangannya di sana.

Mangara bercerita, para pedagang yang berjualan di Pasar Tasik setiap Senin dan Kamis di sekitar Pasar Tanah Abang sudah berkali-kali dipindahkan ke Blok G Pasar Tanah Abang. Namun, hal tersebut tidak berhasil karena tempat yang tidak pas. Kondisi Blok G juga sepi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.