Kompas.com - 13/01/2017, 14:10 WIB
Lahan milik Pemprov DKI Jakarta yang akan dibangun Wisma Ciangir di Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/10/2016). Kahfi Dirga CahyaLahan milik Pemprov DKI Jakarta yang akan dibangun Wisma Ciangir di Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/10/2016).
|
EditorIcha Rastika

TANGERANG, KOMPAS.com - Nurdin (85), petani di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang berharap diikutsertakan mengurus cabai yang akan ditanam Pemprov DKI Jakarta di lingkungan tempat tinggalnya.

Pemprov DKI Jakarta berencana menanam cabai di lahan seluas 18 hektar di Desa Ciangir. Adapun sawah garapan Nurdin berada di lahan milik Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau tanggapan bapak (saya), senang (lahan sawah diganti cabai), yang penting bagaimana cara pengolahan, penyaluran dana, modal, enaknya girang bukan apa-apa, (bisa) nyambung ekonomi," kata Nurdin kepada Kompas.com di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/1/2017).

(Baca juga: Tak Ada Pohon Cabai, Lahan DKI di Ciangir Masih Ditanami Padi)

Nurdin sudah 15 tahun menggarap sawah di lahan milik Pemprov DKI Jakarta. Lahan garapan dia seluas dua hektar. Setiap kali panen, dia bisa menghasilkan enam hingga tujuh ton padi kering.

Pemasukan dia setiap kali panen dalam tiga bulan sebesar Rp 4,5 juta. Lahan itu dianggap salah satu penopang hidup dia bersama sang istri.

Kini, anak-anak Nurdin sudah bekerja. Nurdin tak mempermasalahkan bila memang Pemprov DKI Jakarta memutuskan menggunakan lahan dia untuk menanam cabai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Atuh enggak apa-apa, yang punya lahan DKI, enggak masalah. Apalagi kita-kita lagi (dipercaya) ngegarap (menanam), kan lebih senang karena nyambung roda ekonomi," kata Nurdin.

Sementara itu, Kepala Desa Ciangir Suherdi mengatakan, pemakaian kembali jasa petani bisa memperbaiki kehidupan petani di Desa Ciangir. Sebab, petani bisa kembali menggarap lahan dan memiliki pekerjaan.

(Baca juga: Penanaman Cabai di Lahan Milik DKI di Ciangir Hanya Sementara)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.