Kompas.com - 13/01/2017, 15:06 WIB
Dua anggota geng motor yang jadi tersangka pengeroyokan diperlihatkan kepada wartawan di Mapolsek Jagakarsa, Senin (19/8/2016). Nibras Nada NailufarDua anggota geng motor yang jadi tersangka pengeroyokan diperlihatkan kepada wartawan di Mapolsek Jagakarsa, Senin (19/8/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima remaja anggota geng motor ditangkap polisi setelah mereka melakukan aksi pencurian dan membacok korbannya.

Aksi lima anggota geng motor yang masing-masing berinisial AQ (19), NH (18), RL (19), AG (16), dan DWR (22) itu terjadi di Jalan Jatinegara Timur II, Kelurahan Rawabunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017) lalu sekitar pukul 01.30 WIB.

Kejadian bermula saat korban bernama Iwan (45) sedang bermain ponsel di pinggiran jalan dekat pos sekuriti di lokasi kejadian. Lima pelaku datang dengan tiga sepeda motor lalu berhenti.

Tersangka AQ dan NH turun dari motor pura-pura menghampiri korban untuk menanyakan alamat.

"Tersangka datang mendekati korban awalnya menanyakan alamat namun kemudian meminta handphone yang dipegang korban sambil mengeluarkan senjata tajam jenis arit," kata Kepala Polsek Jatinegara, Komisaris Nurdin Dalle, di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (13/1/2017).

Karena takut, Iwan melempar ponsel tersebut ke NH sambil beteriak meminta tolong. Namun, NH malah membacok tangan kiri korban. Tersangka AQ juga ikut membacok punggung belakang korban.

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong korban, kata Nurdin, kemudian mendatangi korban. Karena panik, para pelaku mulai kabur tancap gas. Namun AQ tertinggal di lokasi. AQ berhasil ditangkap warga dan diserahkan kepada polisi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan memburu empat tersangka pelaku yang kabur. Hari itu juga, polisi menangkap empat rekan AQ di Bekasi.

Nurdin melanjutkan, motif para tersangka yakni ingin bersenang-senang dengan uang hasil curian. Namun handphone yang dicuri belum sempat dijual.

Polisi mengamankan ponsel tersebut sebagai barang bukti. Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman di atas 12 tahun penjara.

Namun, untuk para tersangka yang masih di bawah umur, polisi rencananya akan menitipkan mereka ke Dinas Sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.