Kompas.com - 13/01/2017, 17:00 WIB
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Umur air bawah tanah di cekungan air tanah Jakarta semakin muda dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu belasan tahun saja umur air telah berkurang ribuan tahun. Pengambilan air berlebih membuat daur ulang hidrologi tidak seimbang.

Riset yang dilakukan tim Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerja sama dengan Badan Konservasi Air Tanah (BKAT) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan perubahan umur air tanah ini terjadi di seluruh titik sampel dalam kurun 19 tahun. Riset ini menggunakan data dasar penelitian pada 1998.

Paston Sidauruk, Peneliti Utama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan, menuturkan, dari analisis di sejumlah sampel ditemukan perubahan yang cukup signifikan.

Di lokasi sumur yang diambil di lokasi pabrik PT Yuasa, Tangerang, umur air saat ini 7.584 tahun. Padahal, berdasarkan data pada 1998, umur air di lokasi yang sama sekitar 11.140 tahun.

"Yang cukup signifikan juga misalnya di titik sumur di kantor ini (Jalan Tongkol) yang umur airnya sekitar 14.567 tahun. Pada 19 tahun lalu, daerah di sini umur air bawah tanahnya di angka 25.000 tahun," ujar Paston, Kamis (12/1), dalam paparan riset yang dilakukannya bersama tim, di kantor BKAT, Jakarta Utara.

Secara umum, menurut Paston, terjadi perubahan umur air di wilayah Jakarta. Akan tetapi, angka di satu sumur berbeda dengan sumur yang lain. Berubahnya umur air mengindikasikan pengambilan air bawah tanah secara berlebihan.

Sumur produksi

Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2016. Sampel diambil dari sumur produksi dengan kedalaman 40 meter-150 meter. Hingga saat ini ada delapan titik yang dianalisis untuk pengukuran umur air bawah tanah. Dari setiap hasil pengukuran umur, angka margin of error sekitar 5-10 persen. Penelitian ini masih penelitian awal, yang menurut rencana dilanjutkan tahun ini.

Menurut Satrio, anggota tim dari Batan, sampel air yang diambil lalu diolah di laboratorium dengan sejumlah alat hingga ditemukan aktivitas C14 dalam CO2. Setelahnya dikonversi menjadi umur air dengan membandingkan angka standar yang telah ditentukan.

Umur air bawah tanah menunjukkan berapa lama air bergerak dari daerah imbuhan atau titik jatuh hujan hingga ke dalam tanah. Umur 14.567 tahun, misalnya, menunjukkan lama air bergerak dari titik imbuhan hingga ke Jalan Tongkol di daerah utara Jakarta saat diambil sampel beberapa tahun lalu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Tegaskan Perubahan Nama Jalan Tidak Bebani Warga, Termasuk soal Biaya

Anies Tegaskan Perubahan Nama Jalan Tidak Bebani Warga, Termasuk soal Biaya

Megapolitan
Seorang Anak Dilecehkan Pria Tak Dikenal di Mal di Bintaro

Seorang Anak Dilecehkan Pria Tak Dikenal di Mal di Bintaro

Megapolitan
Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Megapolitan
Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Diambil dari Nama Pengunjung Terbanyak di Holywings

Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Diambil dari Nama Pengunjung Terbanyak di Holywings

Megapolitan
PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

Megapolitan
Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Megapolitan
Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Megapolitan
Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Megapolitan
PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

Megapolitan
Izin Dicabut Buntut Prostitusi 'Bungkus Night', Hamilton Spa Jaksel Akan Disegel Permanen Hari Ini

Izin Dicabut Buntut Prostitusi "Bungkus Night", Hamilton Spa Jaksel Akan Disegel Permanen Hari Ini

Megapolitan
Menpar Sandiaga Sebut Pecinan Glodok Punya 'Storynomics Tourism' yang Kuat, Apa Itu?

Menpar Sandiaga Sebut Pecinan Glodok Punya "Storynomics Tourism" yang Kuat, Apa Itu?

Megapolitan
Waspada Sesar Baribis, BPBD DKI Akan Sosialisasikan Mitigasi Gempa Bumi

Waspada Sesar Baribis, BPBD DKI Akan Sosialisasikan Mitigasi Gempa Bumi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.