Pendukung Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Nobar Debat di Kompleks Bidakara

Kompas.com - 13/01/2017, 20:36 WIB
Akhdi martin pratama Salah satu kafe di kawasan Bidakara yang dijadikan tempat nobar pendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada Jumat (13/1/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Jumlah pendukung pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta yang masuk ke dalam lokasi debat dibatasi. Debat pertama cagub-cawagub DKI Jakarta digelar di Auditorium Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) malam.

KPU DKI Jakarta hanya mengizinkan 100 orang relawan dari masing-masing pasangan cagub-cawagub masuk ke dalam ruang debat.

Karena dibatasi, pendukung pasangan cagub-cawagub yang tidak dapat masuk ke dalam ruang debat memilih nonton bareng (nobar) di sekitar Kompleks Bidakara.

Pantauan Kompas.com, untuk pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni nobar di salah satu kafe yang berada di Kompleks Bidakara. Mereka memenuhi kafe yang menyediakan layar besar tayangan debat.


(Baca: Saat Tiga Pasang Cagub-Cawagub Masuki "Venue" Debat Perdana)

Sementara itu, pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memilih nobar di salah satu kantin yang ada di Kompleks Bidakara. Mereka menyaksikan tayangan debat melalui televisi berukuran 21 inchi.

Para pendukung Ahok-Djarot kompak mengenakan kemeja kotak-kotak.

Debat pertama cagub-cawagub DKI dimulai pukul 20.00-22.00 dan mengambil tema pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Penghuni Rusun Jatinegara Barat Menunggak Sewa hingga Rp 20 Juta

Penghuni Rusun Jatinegara Barat Menunggak Sewa hingga Rp 20 Juta

Megapolitan
Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Close Ads X