PT TransJakarta Koreksi Data Kenaikan Penumpang Versi Sandiaga

Kompas.com - 14/01/2017, 11:01 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Bus transjakarta melintas di stasiun bank indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sempat menyinggung data kenaikan jumlah penumpang Transjakarta dalam acara debat tadi malam. Sandiaga ingin menyampaikan bahwa belum banyak orang kaya yang mau menaiki transportasi umum.

"Kami lihat bagaimana Transjakarta sudah meningkat dari segi kapasitasnya. Tapi dari segi jumlah penumpang, naiknya baru 6 persen," ujar Sandiaga di Hotel Bidaraka, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

KOMPAS TV Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat debat pertama Pilkada DKI Jakarta, Jumat (13/1/2016).
Berdasarkan data yang diberikan oleh Humas PT Transjakarta, ternyata kenaikan jumlah penumpang bus Transjakarta bukan 6 persen.

"Pelanggan kami naik 20 persen lebih dibandingkan 2015 lalu," ujar Humas PT Transjakarta, Wibowo, kepada Kompas.com, Sabtu (14/1/2017).

Wibowo menyampaikan, jumlah pelanggan Transjakarta pada tahun 2016 adalah sebesar 123,73 juta orang. Sementara itu, pada tahun 2015, jumlah penumpang Transjakarta 102,95 juta orang. Dengan demikian, kenaikan pelanggan Transjakarta sebesar 20,78 juta orang.

Pembahasan soal jumlah penumpang Transjakarta ini disinggung dalam debat ketika Sandiaga menjawab pertanyaan calon wakil gubernur nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat. Djarot mempertanyakan program moratorium mobil mewah yang dicetuskan oleh Sandiaga.

Menurut Djarot, program itu tidak berpengaruh dalam mengurangi kemacetan. Sandiaga pun menjelaskan bahwa tujuan dari program ini untuk mengajak orang kaya agar mau naik transportasi umum.

Sandiaga mengatakan, program ini bisa memicu agar orang kaya mau menaiki kendaraan umum.

Terkait hal tersebut, Djarot mengatakan sistem transportasi di Jakarta menggunakan subsidi silang. Subsidi tiket bus Transjakarta menggunakan pajak mobil mewah yang dilarang Sandiaga.

Menurut Djarot, cara untuk mengajak orang kaya naik transportasi umum bukan dengan moratorium itu. Melainkan dengan menerapkan jalan berbayar atau ERP.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Para Perempuan Penjelajah, Keliling Dunia hingga Keluar Angkasa

Para Perempuan Penjelajah, Keliling Dunia hingga Keluar Angkasa

Internasional
Fakta Hidup 'Si Mantan Preman' Bagas Suratman, Jadi Petani Sukses hingga Omset Rp 15 Juta Per Hari

Fakta Hidup "Si Mantan Preman" Bagas Suratman, Jadi Petani Sukses hingga Omset Rp 15 Juta Per Hari

Regional
Pererat Tali Persaudaraan, Gubernur Olly Apresiasi Perayaan Cap Go Meh

Pererat Tali Persaudaraan, Gubernur Olly Apresiasi Perayaan Cap Go Meh

Regional
Ferrial Sofyan Dicopot dari Wakil Ketua DPRD dan Digantikan Santoso

Ferrial Sofyan Dicopot dari Wakil Ketua DPRD dan Digantikan Santoso

Megapolitan
Alvito Deanova dan Putri Ayuningtyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Ketiga

Alvito Deanova dan Putri Ayuningtyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Ketiga

Nasional
Tim Forensik Mabes Polri Ikut Selidiki Ledakan di Mal Taman Anggrek

Tim Forensik Mabes Polri Ikut Selidiki Ledakan di Mal Taman Anggrek

Megapolitan
Sikap Prabowo Saat Debat yang Dikritik Parpol Koalisi Pendukungnya

Sikap Prabowo Saat Debat yang Dikritik Parpol Koalisi Pendukungnya

Nasional
Kisah Imam, Sopir Taksi Online yang Bantu Penumpang Lahirkan Bayi di Dalam Mobil (1)

Kisah Imam, Sopir Taksi Online yang Bantu Penumpang Lahirkan Bayi di Dalam Mobil (1)

Regional
Satgas Antimafia Bola Tidak Akan Intervensi KLB PSSI

Satgas Antimafia Bola Tidak Akan Intervensi KLB PSSI

Nasional
8 Kasuari Sitaan di Surabaya Dilepasliarkan di Hutan Iwawa Mimika

8 Kasuari Sitaan di Surabaya Dilepasliarkan di Hutan Iwawa Mimika

Regional
Dua ASN Grobogan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perbaikan Truk BPBD

Dua ASN Grobogan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perbaikan Truk BPBD

Regional
Bersih dari Caleg Eks Koruptor, Sekjen Nasdem Bilang Itu Kerja Ratusan Orang

Bersih dari Caleg Eks Koruptor, Sekjen Nasdem Bilang Itu Kerja Ratusan Orang

Nasional
KPK: Keteladanan Orangtua Strategi Pencegahan Korupsi Paling Tepat

KPK: Keteladanan Orangtua Strategi Pencegahan Korupsi Paling Tepat

Edukasi
Survei LSI: PDI-P, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem Kuasai Pemilih 'Wong Cilik'

Survei LSI: PDI-P, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem Kuasai Pemilih "Wong Cilik"

Nasional
3 Pelajar SMP di Sumsel Disambar Petir, Satu Tewas

3 Pelajar SMP di Sumsel Disambar Petir, Satu Tewas

Regional

Close Ads X