Angkutan Umum Bisa Melintas Selama Pembangunan MRT di Jalan Fatmawati

Kompas.com - 16/01/2017, 14:34 WIB
Pembangunan MRT konstruksi layang di Jalan Fatmawati, Senin (17/10/2016). Nibras Nada NailufarPembangunan MRT konstruksi layang di Jalan Fatmawati, Senin (17/10/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar menjelaskan, proyek pembangunan stasiun MRT di Jalan Haji Nawi, tidak menutup seluruh bagian Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dia memastikan ada ruang kosong di jalan tersebut untuk dilintasi angkutan umum.

"Pengalihannya tidak ditutup semua, ada jalur kiri dan kanan, dua jalur, tiga meter, yang tetap diperuntukkan bagi kendaraan umum," kata William di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/1/2017).

(Baca: Percepat Bangun Stasiun MRT, Sebagian Jalan Fatmawati Ditutup 6 Bulan)

Nantinya, kata Wiliam, kendaraan pribadi akan dialihkan ke dua arah, yaitu Jalan Pangeran Antasari dan jalan ke arah Pondok Indah.

Jalur khusus angkutan umum itu juga akan diperbaiki dengan cara diaspal dan dibuat sistem drainase.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta sepakat dalam waktu dekat melakukan penutupan sepanjang sekitar 400 meter di ruas Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Penutupan jalan dilakukan dalam rangka mempercepat dan memaksimalkan pembangunan stasiun MRT yang terletak di Jalan Haji Nawi dekat Jalan Fatmawati.

Adapun penutupan jalan dijadwalkan mulai 4 Februari-11 Agustus 2017 atau selama enam bulan. Detail penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas belum dipastikan, menunggu hasil rapat dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang akan digelar Selasa (17/1/2017).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Jenazah yang Ditemukan di Pulau Sangiang Belum Dipastikan Warga China

Megapolitan
MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

Megapolitan
Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X