Kompas.com - 17/01/2017, 06:39 WIB
Suasana di kawasan sentra kuliner Lapo Senayan di jalan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2017). Kawasan ini direncanakan akan ditutup per 28 Februari 2016 untuk dibangun fasilitas penunjang kegiatan Asian Games yang akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun 2018. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di kawasan sentra kuliner Lapo Senayan di jalan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2017). Kawasan ini direncanakan akan ditutup per 28 Februari 2016 untuk dibangun fasilitas penunjang kegiatan Asian Games yang akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun 2018.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Senin (16/1/2017), Paulus Siagian (34), salah satu pemilik rumah makan khas masakan Batak atau yang biasa disebut lapo, di sentra kuliner tradisional Jalan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, lagi-lagi kedapatan menengok ponselnya.

“Tuh masuk lagi pesan dari pelanggan,” ujar Paulus saat ditemui di rumah makan itu sambil memperlihatkan sebuah aplikasi chatting.

Ada tiga pesan masuk yang belum dibukanya hari itu. Ketiganya menanyakan hal yang sama. Lebih kurang isinya begini, “Lapo mau tutup?”

Salah satu pesan dibuka Paulus yang merupakan pengelola rumah makan Lapo Siagian Boru Tobing.

Pengirim pesan, selain menanyakan perihal tersebut, menyertakan gambar berisi teks.

“Berita duka—BREAKING NEWS. Akan berpulang ke rumahnya masing-masing, Lapo, Chinese Food, Iga Babi, Mie Siantar, Mie Medan, Masakan Manado, Makassar yang berlokasi di bilangan Senayan (sebelah SMA 24 dan di belakang gedung MPR/DPR),” begitu isi teks dalam gambar tersebut.

“Pesan (ini) sudah tersebar di media sosial beberapa hari belakangan,” ujar Paulus lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana di kawasan sentra kuliner Lapo Senayan di jalan Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2017). Kawasan ini direncanakan akan ditutup per 28 Februari 2016 untuk dibangun fasilitas penunjang kegiatan Asian Games yang akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK) pada tahun 2018.

Menurut Paulus, berita itu benar adanya berdasarkan surat yang dilayangkan Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK). Surat itu ditandatangani Kepala Unit II PPKGBK.

Ia mengatakan, kontrak sewa mereka berakhir per 15 Desember 2016. Berdasarkan surat tersebut, akan dibangun fasilitas penunjang Asian Games di lokasi rumah makan itu.

“Sejak November kami sudah menerima surat. Isinya, sewa kami habis per 15 Desember 2016 dan tidak bisa diperpanjang karena akan dibangun fasilitas penunjang kegiatan Asian Games yang akan dilaksanakan di GBK pada 2018," tutur dia.

Oleh karena itu, kata Paulus, para pedagang di kawasan tersebut harus mengosongkan tempat berjualan mereka per 16 Desember 2016.

Paulus menilai keputusan ini tidak adil. Terlebih lagi, waktu yang diberikan untuk mereka mencari tempat pengganti tergolong singkat.

Setelah menerima surat itu, Paulus yang juga menjabat sebagai ketua paguyuban pedagang di kawasan tersebut berdiskusi dengan para pedagang lain.

Kesepakatannya, mereka ingin bernegosiasi dengan pihak pengelola GBK terlebih dahulu.

“Kami minta waktu pada mereka (pengelola) untuk bernegosiasi. Idealnya mereka bisa bertemu kami dan membahas hal ini,” ujar dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.