Kompas.com - 18/01/2017, 12:06 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta berusaha mempercepat mempelajari berkas perkara banding dari terdakwa Jessica Kumala Wongso. Putusan banding tersebut diusahakan keluar sebelum tiga bulan sejak berkas itu masuk ke PT DKI Jakarta.

"Putusan itu ketentuannya yang penting tidak boleh melebihi dari tiga bulan," ujar Humas PT DKI Jakarta Heru Pramono kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2017).

Heru mengatakan berkas perkara banding itu masuk ke Pengadilan Tinggi sejak 21 Desember 2016 lalu. Perkara tersebut harus diputuskan pada 21 Maret 2017.

"Tapi biasanya karena yang bersangkutan (Jessica) ditahan enggak sampai tiga bulan (diputuskan)," ucap dia.

Heru menambahkan, majelis hakim harus sangat teliti dalam memeriksa berkas perkara itu. Pasalnya, kasus ini cukup menarik perhatian publik.

Dalam perkara ini, telah ditunjuk Elang Prakoso Wibowo sebagai ketua majelis hakim, yang beranggotakan Pramudana dan Sri Anggarwati. (Baca: Kaleidoskop 2016: Kopi Sianida, Mirna, dan Jessica)

Jessica dituduh membunuh Wayan Mirna Salihin menggunakan zat sianida yang dimasukkan ke dalam es kopi vietnam yang dipesannya di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Jessica kemudian divonis hukuman 20 tahun penjara karena terbukti telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kompas TV Tim Kuasa Hukum Jessica Ajukan Banding
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mendapatkan Izin Tayang Gelar Nobar dari IEG

Cara Mendapatkan Izin Tayang Gelar Nobar dari IEG

Megapolitan
Tanah Longsor Sebabkan Dinding Roboh di Sektor 9 Bintaro

Tanah Longsor Sebabkan Dinding Roboh di Sektor 9 Bintaro

Megapolitan
Ada Reuni 212 di Masjid At-Tin, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin jika Macet

Ada Reuni 212 di Masjid At-Tin, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin jika Macet

Megapolitan
8 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta

8 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta

Megapolitan
Rela Rogoh Rp 22 Juta Untuk 'Money Politic', Bang Bangor: Saya Dijanjikan 'Angin Surga'

Rela Rogoh Rp 22 Juta Untuk 'Money Politic', Bang Bangor: Saya Dijanjikan 'Angin Surga'

Megapolitan
Petugas Rutan Kelas I Depok Temukan Ganja dan Sabu Dalam Kotak Teh

Petugas Rutan Kelas I Depok Temukan Ganja dan Sabu Dalam Kotak Teh

Megapolitan
Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh, Timpa 4 Mobil yang Parkir

Tembok Pembatas Kantor Bank di Bintaro Roboh, Timpa 4 Mobil yang Parkir

Megapolitan
Penggugat Yusuf Mansur Kecewa Gugatan Ditolak, Padahal Pelaku Dinilai Sudah 'Ngaku'

Penggugat Yusuf Mansur Kecewa Gugatan Ditolak, Padahal Pelaku Dinilai Sudah 'Ngaku'

Megapolitan
Pramudi Transjakarta Main HP saat Mengemudi, Pemprov DKI Diminta Tegas Sanksi Operator dan Sopir

Pramudi Transjakarta Main HP saat Mengemudi, Pemprov DKI Diminta Tegas Sanksi Operator dan Sopir

Megapolitan
Heru Budi Akan Lakukan Konsinyasi jika Ada Sengketa Lahan Sodetan Ciliwung

Heru Budi Akan Lakukan Konsinyasi jika Ada Sengketa Lahan Sodetan Ciliwung

Megapolitan
Pemkot Bekasi Imbau Perangkat Daerah dan Warga Berdonasi untuk Korban Gempa Cianjur

Pemkot Bekasi Imbau Perangkat Daerah dan Warga Berdonasi untuk Korban Gempa Cianjur

Megapolitan
Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Dianiaya, Diduga Melibatkan Atlet Senior

Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Dianiaya, Diduga Melibatkan Atlet Senior

Megapolitan
Macet Panjang di Jalan Ciledug akibat Banjir, Pengendara Pilih Putar Balik

Macet Panjang di Jalan Ciledug akibat Banjir, Pengendara Pilih Putar Balik

Megapolitan
Soal Tarif Sewa Kampung Susun Bayam, Heru Budi: Kalau Rp 750.000 untuk Perawatan, Silakan

Soal Tarif Sewa Kampung Susun Bayam, Heru Budi: Kalau Rp 750.000 untuk Perawatan, Silakan

Megapolitan
Berlubang dan Ambles Sebagian, Saluran di Kebayoran Baru Diperbaiki

Berlubang dan Ambles Sebagian, Saluran di Kebayoran Baru Diperbaiki

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.