Ahok Sebut Lokomotif MRT Tak Bisa Didesain Ulang

Kompas.com - 18/01/2017, 20:53 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berada di DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berada di DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan bahwa PT MRT Jakarta sudah meneken kontrak dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunan proyek transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT) di Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, kereta MRT tak bisa didesain ulang. "(Lokomotif MRT) enggak bisa (didesain ulang). Kami sudah ada kontrak dengan Jepang," kata pria yang dikenal dengan nama Ahok itu di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

(Baca juga: Desain Kereta MRT "Jangkrik" Diubah, Biaya Produksi Bertambah Jadi Rp 64 Miliar)

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengaku kurang sreg dengan desain MRT yang menurut dia mirip jangkrik.

Sumarsono berharap, desain kepala lokomotif MRT bisa diganti dengan desain yang lebih aerodinamis.

Belakangan, Sumarsono mengatakan, pihaknya tidak berencana untuk mengubah desain lokomotif MRT yang dianggap mirip jangkrik tersebur.

Menanggapi hal itu, Ahok kembali menegaskan bahwa lokomotif MRT tak bisa didesain ulang.

"Kalau soal teknologi, kamu bisa berdebatlah, tetapi ini sudah diputuskan juga desainnya, pesanan PT MRT (Jakarta)," kata Ahok.

Di sisi lain, Sumarsono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta ingin memilih dua desain lokomotif MRT yang telah ada untuk digunakan sebagai MRT.

Dua pilihan desain MRT yang dimaksud ialah desain MRT berwarna hijau yang disebut mirip jangkrik dan MRT berwarna biru dengan bentuk kepala lokomotif lebih aerodinamis.

"Untuk merancang semua desain total tidak mungkin, akan memperlambat waktu," ujar Sumarsono.

(Baca juga: Sumarsono Bantah Minta Lokomotif MRT "Jangkrik" Didesain Ulang)

Berdasarkan data dari PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang diperoleh Kompas.com, jika Pemprov DKI Jakarta jadi mengubah desain kepala lokomotif MRT, biaya produksi membengkak bisa mencapai Rp 64 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Megapolitan
Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Hari Ini, Tenaga Medis di RSD Wisma Atlet Mulai Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Tawuran di Manggarai yang Berulang Kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

4.284 Pasien Covid-19 Tersebar di Semua Kecamatan di Depok, Ini Rinciannya

Megapolitan
4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

4 Fakta Penangkapan Komplotan Pemalsu Surat Tes Covid-19

Megapolitan
Ragam Hukuman 'Nyeleneh' bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman "Nyeleneh" bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X