Korban Selamat Perampokan di Pulomas Berhalusinasi dan Takut ke Kamar Mandi

Kompas.com - 19/01/2017, 15:16 WIB
Suasana di garasi rumah milik Dodi Triono (59), salah satu korban tewas atas perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017). Akhdi Martin PratamaSuasana di garasi rumah milik Dodi Triono (59), salah satu korban tewas atas perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com —
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi mengatakan, para korban selamat dari perampokan di Pulomas mengalami trauma mendalam.

Edwin menuturkan, Zanette Kalila Azaria (13) dan empat pekerja rumah tangga di rumah Dodi Triono itu berhalusinasi hingga takut ke kamar mandi.

"Ada yang mengalami halusinasi, ada yang memiliki ketakutan terhadap kamar mandi karena mungkin lama waktunya penyekapan mereka di kamar mandi sehingga empat asisten rumah tangga itu saling bersamaan keluar kamar mandi dan saling menunggu. Sama seperti Zanette, juga masih ada trauma dengan kamar mandi," kata Edwin, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/1/2017).

(Baca: LPSK Dampingi Korban Selamat Perampokan di Pulomas)

Edwin mengungkapkan bahwa para korban selamat itu kini sudah beraktivitas seperti biasa. Zanette tinggal bersama ibunya di kawasan Kelapa Gading, sementara keempat pembantu yang selamat, Santi (22), Fitriani (23), Windy (23), dan Emi (41), tinggal di rumah Dodi yang berlokasi di Pulomas Residence.

"Mereka baru, belum ada sebulan di tempat peristiwa, kemudian terjadi peristiwa tersebut. Mereka berharap prosesnya cepat, dan mereka memilih untuk kembali ke keluarganya. Nanti bila ada persidangan, mereka siap dihadirkan," kata Edwin.

Kebutuhan korban saat ini, kata Edwin, lebih pada pemulihan psikologis agar siap menghadiri proses persidangan.

(Baca: Perampok Pulomas Ingin Minta Maaf kepada Keluarga Korban)

Menurut Edwin, upaya pemulihan psikologis korban sudah dilakukan, dan penyembuhan trauma dijadwalkan secara rutin.

"Trauma healing sudah ada satu kali pertemuan pada minggu lalu dan mungkin akan dievaluasi langsung oleh psikolog," kata Edwin.

Perampokan di Jalan Pulomas Utara Nomor 66 dilakukan Ramlan bersama Erwin Situmorang, Ius Pane, dan Alfins Sinaga dengan menyekap 11 penghuninya sejak Senin (26/12/2016) sore, dan baru diketahui pada Selasa (27/12/2016).

Para korban disekap di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Pemilik rumah, Dodi Trianto (59), tewas bersama anaknya, Diona Arika Andra Putri (16) serta Dianita Gemma Dzalfayla (9), akibat penyekapan tersebut.

Teman Dianita yang sedang menginap, Amelia Callista (10), serta kedua sopir Dodi, Tasrok (40) dan Yanto, juga tewas dalam penyekapan itu.

Hasil otopsi menunjukkan, mereka meninggal karena kehabisan oksigen. Mereka yang selamat adalah anak Dodi, Zanette Kalila Azaria (13), serta para pekerja di rumah Dodi, yaitu Santi (22), Fitriani (23), Windy (23), dan Emi (41).

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

Megapolitan
Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

Megapolitan
Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Megapolitan
Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Megapolitan
11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

Megapolitan
Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

Megapolitan
Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Megapolitan
Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X