Kompas.com - 19/01/2017, 15:41 WIB
Pasukan oranye Jatinegara datang ke Balai Kota DKI untuk mengadukan pemecatan mereka kepada Plt Gubernur Sumarsono, Rabu (18/1/2017). Jessi CarinaPasukan oranye Jatinegara datang ke Balai Kota DKI untuk mengadukan pemecatan mereka kepada Plt Gubernur Sumarsono, Rabu (18/1/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengaku merasa terganggu terhadap permasalahan sistem perekrutan pekerja harian lepas (PHL) di Jakarta tahun ini.

Selama sepekan, begitu banyak PHL yang datang ke Balai Kota untuk mengadu karena kontrak mereka tak diperpanjang. PHL yang mengadu kepada Sumarsono berasal dari Marunda, Johar Baru, hingga Jatinegara.

Joko Harianto (49) misalnya. PHL dari Kelurahan Johar Baru ini datang bersama sejumlah rekannya sesama PHL untuk mengadu kepada Sumarsono, Selasa (17/1/2017). Petugas yang telah bekerja selama 20 tahun menjadi PHL ini mengaku tidak mengetahui alasan mengapa Pemprov DKI tak lagi memperpanjang kontraknya.

Joko menduga, ada permainan dalam perekrutan PHL. Sebelumnya, para PHL, kata Joko, mendapat sebuah selebaran yang berisi nama-nama PHL di Kelurahan Johar Baru. Di selebaran itu terdapat nama PHL yang dilingkari menggunakan tanda merah. Sebagian besar nama yang ditandai kemudian lulus, dan kontraknya diperpanjang.

Aduan lain datang dari PHL Kecamatan Jatinegara. Salah satu PHL, Suwaji, menceritakan keheranannya saat kontraknya tiba-tiba tak diperpanjang lagi.

Saat bertemu Sumarsono, Suwaji menyampaikan, tidak ada kejanggalan saat pengumpulan berkas perekrutan PHL pada 27 Desember 2016. Saat pengumuman tanggal 31 Desember 2016 di Kantor Suku Dinas Jakarta Timur, semua PHL dinyatakan lulus.

Suwaji dan PHL lainnya bahkan sempat menandatangani perpanjangan kontrak di atas meterai Rp 6.000. Namun, tiga hari berselang, pengumuman di kantor kelurahan setempat menunjukkan bahwa kontrak Suwaji dan beberapa rekannya tidak diperpanjang.

Di lembaran surat itu tidak tertulis tanggal surat ataupun tanda tangan pengesahan oleh pejabat daerah, seperti pengumuman di Sudin Kebersihan Jakarta Timur.

Menanggapi aduan itu, Sumarsono segera membentuk tim "fact finding" guna mengungkap kejanggalan yang terjadi pada sistem perekrutan PHL. (Baca: Kejanggalan Perekrutan Pasukan Oranye yang Kini Bergaji Rp 4 Juta...)

Tim ini terdiri dari Biro Tata Pemerintahan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sumarsono menilai, ada kejanggalan yang membuat banyak PHL mengadu kepadanya. Namun, belum ada yang bisa membuktikan kecurangan itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Megapolitan
Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

Megapolitan
Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

Megapolitan
Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Sebabkan Banjir, Warga: Tiap Tahun Juga Begini

Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Sebabkan Banjir, Warga: Tiap Tahun Juga Begini

Megapolitan
Oleng, Pengemudi Toyota Rush Tabrak Mobil dan 2 Motor di Kebayoran Lama, Seorang Pemotor Terluka

Oleng, Pengemudi Toyota Rush Tabrak Mobil dan 2 Motor di Kebayoran Lama, Seorang Pemotor Terluka

Megapolitan
Tabrak Pohon lalu Masuk Parit di Tangerang, Pengemudi Pajero Tewas

Tabrak Pohon lalu Masuk Parit di Tangerang, Pengemudi Pajero Tewas

Megapolitan
Saluran Air Ditutup Warga, Petugas SDA Buat Saluran Baru di Jalan Bidara Raya Penjaringan

Saluran Air Ditutup Warga, Petugas SDA Buat Saluran Baru di Jalan Bidara Raya Penjaringan

Megapolitan
'Jangan Pernah Ada Kata Kompromi dan Damai terhadap Pelaku Kekerasan Seksual'

"Jangan Pernah Ada Kata Kompromi dan Damai terhadap Pelaku Kekerasan Seksual"

Megapolitan
Hasil Tracing Tunjukkan 4 Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Bukti Ada Klaster Sekolah

Hasil Tracing Tunjukkan 4 Siswa SMAN 4 Jakarta Positif Covid-19, Bukti Ada Klaster Sekolah

Megapolitan
Banyak yang Arogan dan Ditilang, Siapa Saja Pengguna Mobil Pelat RF?

Banyak yang Arogan dan Ditilang, Siapa Saja Pengguna Mobil Pelat RF?

Megapolitan
3 Hari Kebanjiran, Warga Jurumudi Belum Dapat Bantuan dari Pemkot Tangerang

3 Hari Kebanjiran, Warga Jurumudi Belum Dapat Bantuan dari Pemkot Tangerang

Megapolitan
Kawasan Meikarta Direncanakan Jadi Lokasi 'Street Race' di Kabupaten Bekasi

Kawasan Meikarta Direncanakan Jadi Lokasi "Street Race" di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Guru SMP Cendrawasih 1 Cilandak Dijambret di Dekat Gerbang Sekolah

Guru SMP Cendrawasih 1 Cilandak Dijambret di Dekat Gerbang Sekolah

Megapolitan
Mahasiswi Universitas Indonesia Tewas Tertabrak KRL di Pondok Cina

Mahasiswi Universitas Indonesia Tewas Tertabrak KRL di Pondok Cina

Megapolitan
Tawa Bocah Bermain Banjir di Tegal Alur, Senang Bisa Renang Gratis hingga Tangkap Ikan

Tawa Bocah Bermain Banjir di Tegal Alur, Senang Bisa Renang Gratis hingga Tangkap Ikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.