Pemprov DKI Minta Penyebab Kebakaran Pasar Senen Diselidiki

Kompas.com - 19/01/2017, 16:21 WIB
Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meninjai kebakaran di Pasar Senen, Kamis (19/1/2017). Jessi CarinaPelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meninjai kebakaran di Pasar Senen, Kamis (19/1/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meminta polisi menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Senen, Kamis (19/1/2017). Dugaan sementara, kebakaran di pasar tersebut disebabkan korsleting listrik.

"Sementara diduga korslet, tapi kami serahkan ke penyidik untuk melakukan langkah lebih lanjut. Semoga bisa diketahui penyebabnya," ujar Sumarsono, di Pasar Senen, Jakarta, Kamis sore.

Api di beberapa titik yang melalap Pasar Senen sudah mulai bisa dipadamkan. Sumarsono mengatakan, api yang masih menyala hanya di lantai satu dan lantai dasar.

Petugas pemadam kebakaran menggunakan air dari Kali Lio, Kali Marinir, dan Kali Kwitang untuk memadamkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Subejo, menargetkan api bisa betul-betul padam sebelum malam selama pasokan air tersedia lancar. Adapun kebakaran di pasar tersebut terjadi sejak Kamis pagi.

Saat ini, kata Subejo, petugas pemadam kebakaran sedang menjaga agar api tidak menyebar ke pasar di Blok III. Pasar Blok III berada di bagian belakang Pasar Senen Blok I dan II yang terbakar.

"Kami upayakan jangan sampai api merambat ke Blok III. Makanya air harus lancar. Kalau misalnya air terkendala, wah bisa sampai besok nih," ujar Subejo.

(Baca: Pedagang Pasar Senen yang Jadi Korban Kebakaran Akan Direlokasi ke Blok V)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Baru Covid-19 di Depok Bertambah 74 Orang, Rabu Kemarin

Pasien Baru Covid-19 di Depok Bertambah 74 Orang, Rabu Kemarin

Megapolitan
Ini Daftar Kekayaan Para Kandidat di Pilkada Depok, Ada yang Mengaku Tak Punya Mobil

Ini Daftar Kekayaan Para Kandidat di Pilkada Depok, Ada yang Mengaku Tak Punya Mobil

Megapolitan
Insentif Tenaga Medis di Bekasi Dijanjikan Cair Awal Oktober

Insentif Tenaga Medis di Bekasi Dijanjikan Cair Awal Oktober

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Megapolitan
Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Megapolitan
Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Megapolitan
Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Megapolitan
Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Megapolitan
Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Megapolitan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Megapolitan
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Megapolitan
Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X