Kompas.com - 20/01/2017, 08:40 WIB
Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Asap hitam membumbung tinggi ke langit di atas Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/1/2017) pagi kemarin. Lidah-lidah api yang berwarna merah dan oranye juga tampak jelas. Pasar Senen kembali terbakar.

Para pedagang panik dan menangis. Ada yang berjuang untuk menyelamatkan barang dagangan yang tersisa. Ada pula yang tampak pasrah.

Sejarah Panjang

Sejarah keberadaan Pasar Senen bermuka sekitar 270 tahun lalu. Pasar itu didirikan di atas lahan salah seorang anggota Dewan Hindia Belanda, Cornelis Chastelein, dan diarsiteki Yustinus Vinck.

Pasar Senen dibangun bersamaan dengan Pasar Tanah Abang. Dulu, Pemerintah Hindia Belanda membuat segregasi fungsi kedua pasar itu. Pasar Tanah Abang untuk jual-beli pakaian, sedangkan Pasar Senen untuk kebutuhan sehari-hari.

Mayoritas pedagang di Pasar Senen di masal awal berdiri berasal dari etnis Tionghoa.

Penamaan Pasar Senen tak luput dari aktivitas pasar yang dulu hanya dibuka pada hari Senin. Karena ada minat besar masyarakat pergi ke pasar akhirnya pasar itu dibuka pada hari-hari lain. Pasar itu pun berkembang dan bertahan hingga kini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski tak berkaitan langsung, kawasan Pasar Senen kerap dikaitkan dengan kelompok intelektual muda di masa kemerdekaan hingga seniman kenamaan Indonesia. Maklum, kawasan di sekitar Pasar Senen itu menjadi tempat favorit untuk berkumpul.

Pada 1930-an, para intelektual muda seperti Adam Malik, Chairul Saleh, Mohamad Hatta hingga Soekarno sering berkumpul di kawasan sekitar Pasar Senen. Sementara para sastrawan dan pujangga yang dikenal “Seniman Senen” antara lain Ajib Rosidi, Wim Umboh, serta Sukarno M Noor. Mereka rutin berkumpul di sekitar Pasar Senen.

Pasar Senen terus berbenah. Pada masa Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta (tahun 1960-an), Pasar Senen dimasukkan dalam gagasan besar “Proyek Senen”.  Ali Sadikin melengkapi Proyek Senen dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti Terminal Senen.

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 18 Juni: Bertambah 50 Kasus Positif, Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 18 Juni: Bertambah 50 Kasus Positif, Dua Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Melonjak, TPU Jombang Siapkan Lahan Tambahan

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Melonjak, TPU Jombang Siapkan Lahan Tambahan

Megapolitan
RSDC Wisma Atlet Kemayoran Hanya Terima Pasien Bergejala dengan Komorbid

RSDC Wisma Atlet Kemayoran Hanya Terima Pasien Bergejala dengan Komorbid

Megapolitan
Aniaya dan Curi Motor Warga di Taman Sari, 2 Anggota Geng Motor Dibekuk  Polisi

Aniaya dan Curi Motor Warga di Taman Sari, 2 Anggota Geng Motor Dibekuk Polisi

Megapolitan
Viral, Penumpang Mobil Pajero Sport Buang Sampah ke Kali di Jagakarsa

Viral, Penumpang Mobil Pajero Sport Buang Sampah ke Kali di Jagakarsa

Megapolitan
Rekor Baru Sepanjang Pandemi Covid-19 di Jakarta, 4.737 Kasus per Hari

Rekor Baru Sepanjang Pandemi Covid-19 di Jakarta, 4.737 Kasus per Hari

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Terisi 100 Persen

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Terisi 100 Persen

Megapolitan
Anies: Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Pukul 9 Malam

Anies: Seluruh Kegiatan di Jakarta Harus Tutup Pukul 9 Malam

Megapolitan
Polisi Klaim Pernah Tangani Kasus Dugaan Pungli di Pondok Aren

Polisi Klaim Pernah Tangani Kasus Dugaan Pungli di Pondok Aren

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid -19, Dinkes Kota Bekasi Tambah 1 Hall Isolasi di Stadion Patriot

Antisipasi Lonjakan Covid -19, Dinkes Kota Bekasi Tambah 1 Hall Isolasi di Stadion Patriot

Megapolitan
Rumah Kosong di Kota Tangerang Dibobol Pencuri, Tabungan untuk Beli Mobil Hilang

Rumah Kosong di Kota Tangerang Dibobol Pencuri, Tabungan untuk Beli Mobil Hilang

Megapolitan
Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

Megapolitan
Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X