Kompas.com - 20/01/2017, 11:00 WIB
Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wajah cemas terlihat di wajah Erni (59), pedagang warung makanan padang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017) pagi. Pasalnya, api belum benar-benar padam di pasar itu setelah 30 jam dilanda kebakaran.

Warung nasi yang sudah dirintisnya selama 40 tahun habis dilalap api.

Kesedihan Erni bertambah karena lima kucing peliharannya belum juga menampakan diri sejak api melalap pasar tersebut.

"Saya punya delapan ekor kucing di pasar ini. Sekarang baru ketemu tiga," kata Erni sambil berusaha memanggil kucing-kucingnya yang belum di temukan.

Erni memberi makan ketiga kucingnya itu yang masih selamat. Ia sengaja membawakan nasi putih yang dicampur dengan ikan untuk kucingnya itu. Dengan lahap, ketiga kucing itu memakan makanan yang dibawa Erni dari rumahnya di Rawamangun, Jakarta Timur.

Tak hanya memberikan makan kepada ketiga kucingnya yang masih selamat, wanita paruh baya itu juga melemparkan nasi yang telah ia kepal ke dalam pasar. Ia berharap, lima kucingnya yang belum ditemukan bisa memakan nasi yang dilemparkan itu.

"Saya yakin kucing saya masih hidup," ucap dia.

Erni mengaku sejak kemarin dia terus bertanya kepada petugas pemadam kebakaran perihal keberadaan kucing-kucingnya. Namun, tak satu pun petugas pemadam yang mengetahui atau melihat keberadaan kucing di dalam pasar.

"Biasanya setiap jam 17.00 WIB sore kucing-kucing itu berkumpul di dapur warung saya. Mereka sudah terbiasa diberi makan jam segitu," kata wanita asal Padang, Sumatera Barat itu.

Terkait tempat berdagangnya yang terbakar, Erni berharap bisa mendapat pinjaman kios sementara dari Pemprov DKI Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.