Kompas.com - 22/01/2017, 10:27 WIB
Nenek yang juga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap
meminta-minta di Balai Kota DKI Jakarta diangkut oleh Dinas Sosial DKI
Jakarta, Kamis (1/9/2016). Kurnia Sari Aziza
Kurnia Sari AzizaNenek yang juga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap meminta-minta di Balai Kota DKI Jakarta diangkut oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, Kamis (1/9/2016). Kurnia Sari Aziza
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBIBD) 1, Kedoya, Jakarta Barat, memanfaatkan teknologi dalam pelayanannya. Masyarakat pun dapat lebih terlibat dalam membantu pekerjaan pegawai panti.

Selama ini, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dicari dan dijemput oleh petugas penjangkau dari suku dinas sosial tiap wilayah DKI Jakarta. Namun, sejak ada Qlue, masyarakat sering turut melaporkan keberadaan PMKS.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung mengirim petugas ke lokasi untuk menjemput PMKS tersebut," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Abdul Hakim, kepada Kompas.com, pekan lalu.

Tak hanya memanfaatkan Qlue, pihak panti juga menggunakan media sosial Twitter. Melalui akun @bangundayaa1, foto dan identitas PMKS yang baru datang ke panti rutin ditampilkan.

"Harapannya, ada keluarga atau pihak yang mengenal PMKS tersebut dan bisa menjemputnya," ucap Abdul.

Upaya ini terbukti efektif. Sudah cukup banyak PMKS yang berhasil ditemukan keluarga atau tetangganya dari Twitter. (Baca: Menengok Pembinaan di Panti Sosial Kedoya)

Selain itu, sistem informasi antar-panti sosial juga sudah terintegrasi. Jika ada pihak keluarga yang menanyakan PMKS di satu panti sosial, pegawai panti bisa membantu mencari orang tersebut di panti lain dengan bantuan sistem.

Abdul mengatakan, pihak panti selalu berharap dapat menghubungkan PMKS dengan keluarga. Maka dari itu, dengan bantuan sistem dan media sosial, keinginan tersebut diharapkan dapat semakin mudah diwujudkan.

Kompas TV Ungkapan Hari Ibu Untuk Lansia di Panti Sosial
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Dinas Pertanian Pastikan Hewan Ternak di Banten Aman dari PMK Jelang Idul Adha

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Seorang Pelajar Tewas Dibacok Saat Melintas di Jalan Industri Raya Sawah Besar

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga Tetap Pakai Masker di Ruang Terbuka yang Padat Orang

Megapolitan
Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Maling Motor Sasar Bocah di Bawah Umur, Orangtua Diminta Bijak Larang Anak Berkendara

Megapolitan
Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Ingin Segera Perbaiki Atap Ambruk SDN Pancoran Mas 3, Wali Kota Depok Minta Bantuan BUMD dan Baznas

Megapolitan
Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Pelaku yang Aniaya Bocah di Serpong Tak Ditahan Polisi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki 'Begal' oleh Pemuda Mabuk

Kronologi Polisi Acungkan Pistol ke Warga, Berawal Diteriaki "Begal" oleh Pemuda Mabuk

Megapolitan
Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Sebelum Dibunuh di Jatisampurna, Korban Diperingatkan untuk Akhiri Hubungan dengan Suami Pelaku tapi...

Megapolitan
Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Panitia Sebut Mobil Balap Formula E Tiba di Jakarta pada 27-28 Mei

Megapolitan
Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Rusun Cipinang Besar Utara Siap Tampung Korban Kebakaran Pasar Gembrong

Megapolitan
Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Kasus Pengeroyokan Ade Armando Sudah Tahap Pelengkapan Berkas, Polisi: Tersangka Ada 6

Megapolitan
4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

4 Pelaku Lain yang Aniaya Bocah di Serpong Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tak Terbawa Euforia Lepas Masker di Ruang Publik

Megapolitan
Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Modus Pencuri di Jakarta Barat: Tuduh Anak-anak Lakukan Kekerasan lalu Rampas Motor

Megapolitan
Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Polisi Sebut Presenter Uya Kuya Ditipu Selebgram Medina Zein, Terlanjur Transfer Rp 150 Juta untuk Beli Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.