Kompas.com - 23/01/2017, 16:38 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, saat berada di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Minggu (22/1/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, saat berada di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Minggu (22/1/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Timsukses Anies-Sandi dalam talk show di sebuah radio akhir pekan kemarin menuding ada lembaga survei yang mengungguli salah satu pasangan calon di Pilkada DKI 2017.

Menanggapi hal ini, Sandiaga menyatakan, lembaga survei memang bisa saja sudah digaet salah satu pasangan calon untuk menggiring opini publik. Namun, Sandiaga menyatakan, timnya tidak pernah melakukan hal semacam itu.

"Bagi kami, kami tidak pernah melakukan itu karena survei internal kami tidak pernah kami publikasikan, karena kami tidak mau membohongi rakyat. (Kami) tidak terlalu terpengaruh dengan penggiringan opini tersebut," kata Sandiaga.

Hal itu ia sampaikan saat ditemui usai talk show bertema Program OK OCE dengan teman "Bisnis Ku Jiwa Ku" di Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/1/2017).

Dengan nada menyindir, Sandiaga menyebut, pada momen pilkada ini, lembaga survei menjadi sukses dan bisa menciptakan lapangan kerja baru. Bahkan, ia mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa ada yang berprofesi sebagai peneliti lembaga survei, tapi menumpang mobil Mercy.

"Katanya kemarin dari Pak Prabowo, sudah (ada yang) naik mobil Mercy S Class. Wah, saya seneng banget itu. Saya saja dulu pernah punya S Class tapi sekarang enggak punya," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, lembaga survei harus punya pertanggungjawaban terhadap publik, terbuka mengenai surveinya, dan transparan. Termasuk dalam hal sumber pendanaan untuk surveinya.

"Kita aja sebagai kandidat harus terbuka dari segi kebijakan, transparasi dana, dan program-program," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, Ferry Julianto, tim sukses pasangan Anies-Sandi menuding ada lembaga survei yang mengungguli salah satu paslon di Pilkada DKI. Hal ini disampaikan dalam acara talkshow di Radio SindoTrijaya Network dengan tema Antara Survei dan Realita, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017).

Ferry mengkritik karena lembaga survei yang hasil surveinya tidak bisa diklarifikasi tim Anies-Sandi. Ferry menilai belakangan hasil survei ada yang bias.

"Kecenderungan mengungguli pasangan yang ada dipihaknya. Ini merugikan masyarakat. Dalam konteks pilkada, sekarang sedang sengit, tentu hasil survei butuh pertanggung jawaban," ujar Ferry, Sabtu pagi.

Kompas TV Hasil Survei Pilkada DKI 2017 dari Litbang Kompas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Yusuf Mansur Digugat 3 PMI, Berawal dari Ajakan Investasi Saat Ceramah di Hong Kong

Ketika Yusuf Mansur Digugat 3 PMI, Berawal dari Ajakan Investasi Saat Ceramah di Hong Kong

Megapolitan
Ada Sekolah Tolak Tes Pelacakan Covid-19, Wagub: Itu Program Pemprov, Masa Menolak

Ada Sekolah Tolak Tes Pelacakan Covid-19, Wagub: Itu Program Pemprov, Masa Menolak

Megapolitan
Hujan Deras Kemarin, Beberapa Wilayah Jakarta Pusat Terendam Banjir

Hujan Deras Kemarin, Beberapa Wilayah Jakarta Pusat Terendam Banjir

Megapolitan
Wagub Ariza Harap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Jadi Ibu Kota

Wagub Ariza Harap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Jadi Ibu Kota

Megapolitan
Cara Yusuf Mansur Gaet Investor Tabung Tanah, Tawarkan Investasi di Pengajian dan Singgung Nilai Sedekah

Cara Yusuf Mansur Gaet Investor Tabung Tanah, Tawarkan Investasi di Pengajian dan Singgung Nilai Sedekah

Megapolitan
Rentenir Tewas Dibacok di Ciputat, Kriminolog Sebut Nasabah Naik Pitam akibat Kekerasan Verbal

Rentenir Tewas Dibacok di Ciputat, Kriminolog Sebut Nasabah Naik Pitam akibat Kekerasan Verbal

Megapolitan
Soal Buka Tutup PTM 100 Persen, Wagub DKI Sebut Rata-rata Penularan Covid-19 Bukan dari Sekolah

Soal Buka Tutup PTM 100 Persen, Wagub DKI Sebut Rata-rata Penularan Covid-19 Bukan dari Sekolah

Megapolitan
Duel Nasabah Vs Rentenir di Ciputat, Kriminolog Sebut Bukan Utang Rp 350.000 Penyebabnya, melainkan...

Duel Nasabah Vs Rentenir di Ciputat, Kriminolog Sebut Bukan Utang Rp 350.000 Penyebabnya, melainkan...

Megapolitan
Gagal Berangkatkan Jemaah Umrah, Penyedia Travel Umrah Terpaksa Tombok Uang Pelanggan

Gagal Berangkatkan Jemaah Umrah, Penyedia Travel Umrah Terpaksa Tombok Uang Pelanggan

Megapolitan
Sidang Kasus Terorisme Munarman Kembali Digelar Hari Ini, Agenda Masih Pemeriksaan Saksi dari JPU

Sidang Kasus Terorisme Munarman Kembali Digelar Hari Ini, Agenda Masih Pemeriksaan Saksi dari JPU

Megapolitan
BMKG Ingatkan Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

BMKG Ingatkan Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Megapolitan
UPDATE : Bertambah 80, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 31.591

UPDATE : Bertambah 80, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 31.591

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Rangkuman Perkembangan Kasus Penusukan Anggota TNI AD | Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Melonjak

[POPULER JABODETABEK] Rangkuman Perkembangan Kasus Penusukan Anggota TNI AD | Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Melonjak

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Tambah 44 Kasus di Kota Tangerang, Pasien Covid-19 Dirawat Tembus Jadi 211 Orang

UPDATE 18 Januari: Tambah 44 Kasus di Kota Tangerang, Pasien Covid-19 Dirawat Tembus Jadi 211 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.