Kali Krukut, Jinak di Hilir, Liar di Hulu

Kompas.com - 23/01/2017, 19:00 WIB
Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
EditorEgidius Patnistik

Kali Krukut bagian hilir menjadi penyebab utama banjir Jakarta yang tercatat sejak 1890. Setelah pelebaran hingga pelurusan alur bertahap selama puluhan tahun, separuh bagian hilir sungai itu jinak. Namun, di separuh lagi bagian hilirnya yang belum tersentuh penataan masih liar.

Pada Agustus 2016, kawasan elite sekaligus ikon Jakarta Selatan, Kemang, terendam luapan Kali Krukut. Tembok pembatas kali bekas Hotel Grand Kemang jebol. Sejumlah kafe dan toko eksklusif serta ribuan rumah warga terendam. Genangan dan luapan Kali Krukut masih kerap terjadi dari Kebalen hingga Pondok Labu di Jakarta Selatan.

Haeruna (52), yang lahir dan besar di bantaran Kali Krukut di Kampung Sawah, Kelurahan Petogogan, mengatakan, hingga sekitar 1970, Kali Krukut masih lebar dan dalam. "Mungkin lebarnya sekitar 25 meter. Saya ingat dulu kalau mau menyeberang harus berenang dan juga sampai menyelam," katanya.

Sekarang, Kali Krukut di Petogogan lebarnya tidak lebih dari 3 meter. Aliran airnya lancar dan bersih tanpa sampah padat. Kondisi ini lebih baik daripada lima tahun lalu. Saat itu, Kali Krukut di kawasan tersebut dipadati sampah rumah tangga.

"Seluruh badan kali dulunya sampah," ujar Haeruna.

Bersihnya sampah ini hasil program pembersihan sungai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Haeruna, aliran Kali Krukut dulu sumber pengairan pertanian dan empang. Bantaran Kali Krukut sebelum 1970- an, di area itu merupakan hamparan sawah, kebun, dan empang. Kawasan ini tidak dihuni karena daerah larinya air. Setelah itu, bantaran Kali Krukut banyak ditimbun dan dibangun kontrakan seiring semakin banyaknya pendatang di Jakarta.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Iskandar, aliran Kali Krukut yang berhulu di Situ Citayam, Depok, Jawa Barat, berakhir di Karet saat aliran Krukut bertemu dengan aliran Kanal Barat. Total panjang keseluruhan 84,4 kilometer dengan panjang kali utama (yang besar) 30 kilometer. "Saat ini kondisinya di beberapa titik sangat parah. Ada yang lebarnya hanya 1,5 meter," katanya.

Namun, jejak Kali Krukut sebenarnya tak berakhir di Kanal Barat. Jejak Kali Krukut sempat menghilang karena terpotong Kanal Barat dan menyatu dengan Sungai Ciliwung. Kali Krukut kembali muncul di Kelurahan Kebon Melati dan dikenal sebagai Krukut Lama atau Krukut Bawah. Krukut Bawah mengular sepanjang 31,4 kilometer, menyatu dengan Kali Pakin di Kelurahan Krukut, Jakarta Barat, lalu masuk ke aliran Kali Besar dan akhirnya bermuara di Pintu Air Pasar Ikan.

Normalisasi Bang Ali

Kali Krukut, kata Iskandar, merupakan kali kecil dan dangkal. Alirannya bisa sangat deras karena pengaruh topografinya. Saat ini, kali yang telah dinormalisasi oleh BBWSCC baru sepanjang 600 meter dari Jembatan Rengas hingga Jalan Kebalen V di Kuningan.

"Selanjutnya kami masih menunggu pembebasan lahan yang dilakukan pemprov. Sejauh ini, pembebasan lahan sulit karena banyak yang memiliki sertifikat kepemilikan tanah," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Seberangi Kali Pesanggrahan, Seorang Pria Terpeleset dan Hanyut

Megapolitan
Pembegal Perwira Marinir Sudah 11 Kali Beraksi di Jakarta

Pembegal Perwira Marinir Sudah 11 Kali Beraksi di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X