Kali Krukut, Jinak di Hilir, Liar di Hulu

Kompas.com - 23/01/2017, 19:00 WIB
Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
EditorEgidius Patnistik

Program revitalisasi kali yang disebut pemerintah sebagai normalisasi itu tidak sekarang saja dilakukan. Jejak normalisasi Kali Krukut 40 tahun silam, misalnya, masih terlihat dan dirasakan hari ini.

Coba saja ikuti aliran Kali Krukut. Selepas dari Petogogan, Kali Krukut meliuk masuk daerah Kuningan menyeberang di bawah Jalan Gatot Subroto. Dari sini, Jembatan Kebalen VII, kondisi Kali Krukut membaik. Badan kali yang semula 3-5 meter melebar hingga 15-20 meter. Kali yang dulunya berkelok kini lurus lebar.

Haji Amirullah Ayub (76), tokoh warga Karet Tengsin yang lahir dan menua di perkampungan di tepian Kali Krukut, mengatakan, hilangnya liukan Kali Krukut terjadi karena adanya normalisasi pada era Gubernur Ali Sadikin, 1966-1977.

"Dulu berkelok-kelok, lalu ada pulau-pulau kecil di tengah Krukut ini. Karena kelokan dipotong, pulau-pulau ikut hilang. Kantor Urusan Agama Tanah Abang itu dulu pulau di tengah Krukut tempat saya mandiin kuda tetangga," ujarnya.

Normalisasi Kali Krukut pada era Bang Ali merupakan bagian dari upaya pemerintah saat itu mengantisipasi banjir Jakarta. Setidaknya, 8.000 orang digusur dari bantaran Kali Krukut dari Bendungan Hilir hingga Kanal Barat dan saluran Cideng (Kompas, 21 Februari 1971).

"Helikopter" alias jamban terbuka yang pada masa itu banyak bertengger di Kali Krukut juga dibersihkan. Sejumlah usaha kerajinan batik dan kulit yang banyak berdiri di bantaran di sekitar Bendungan Hilir dan Karet direlokasi. Relokasi ini juga untuk mengurangi masuknya limbah industri ke Kali Krukut.

Namun, memasuki Kebon Melati dan Kampung Bali di Tanah Abang, Kali Krukut kembali menyempit. Sampah padat masih terlihat dan beraroma busuk.

Terpotong dan bercabang

Di Pintu Air Karet, Tanah Abang, Kali Krukut bermuara di Kanal Barat. Sungai ini menghilang dan menyatu dengan Sungai Ciliwung. Namun, sekitar 300 meter dari pertemuan arus itu, tepatnya setelah Pintu Air Kanal Barat, muncul lagi kali kecil yang lebih mirip got selebar 3 meter. Kali kecil ini disebut Krukut Bawah oleh warga setempat. Ini merupakan bagian dari Kali Krukut Lama.

Rahayu (57), warga Kebon Melati, bercerita, nama Kali Krukut Bawah itu sudah muncul jauh sebelum ia datang ke Jakarta pada 1970. Terakhir, sekitar 1995, aliran air di Kali Krukut lebih bersih dari saat ini.

"Di sini dulu sering sekali banjir, yang paling besar tahun 2007 lalu 2009. Waktu itu banjir sampai merendam rel kereta api. Sekarang sudah ada pintu air di ujung sana. Jadi, kalau airnya tinggi di sana, pintu ditutup sehingga warga di sini tidak kebanjiran," ujarnya.

Hingga kawasan perkulakan Tanah Abang, aliran Kali Krukut Bawah kecil dan dangkal. Di kanan-kirinya dipenuhi bangunan rumah. Ada bangunan yang dibangun di atas aliran kali.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Megapolitan
Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Megapolitan
Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Megapolitan
Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Megapolitan
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Megapolitan
Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Megapolitan
Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Megapolitan
Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Megapolitan
Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Megapolitan
Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Megapolitan
Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X