Kali Krukut, Jinak di Hilir, Liar di Hulu

Kompas.com - 23/01/2017, 19:00 WIB
Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Anak-anak bermain di Kali Krukut di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 13 September 2016. Di kawasan ini, Kali Krukut menjadi batas alami wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
EditorEgidius Patnistik

Di Pasar Tanah Abang, Kali Krukut bercabang dua, yang melalui Kampung Bali dan yang berada di sisi Jalan Fachrudin yang ukurannya jauh lebih kecil. Aliran ini bertemu lagi di Kebon Sirih dan kembali terpecah, ke arah Barat yang dikenal dengan Kali Cideng dan ke arah timur yang disebut Krukut.

Kali Krukut berada sejajar dengan Jalan Abdul Muis, melalui Petojo, Ketapang, hingga kembali bertemu dengan Cideng di Kelurahan Krukut.

Sejak di Ketapang, kondisi Kali Krukut membaik dengan lebar 15-20 meter. Kali Krukut yang melalui Kelurahan Krukut menyatu dengan Kali Cideng, tepatnya di Jalan Sereal. Warga setempat mengenalnya dengan Kali Cagak Krukut karena ada percabangan dua sungai yang menjadi satu. Sejak kawasan Kebon Sirih, tepi Kali Krukut dipasangi sheet pile.

Lurah Krukut Joko Muliono mengatakan, setelah sungai dinormalisasi, kawasan itu tidak lagi tergenang banjir. Beberapa bagian sheet pile juga menjadi tanggul bagi permukiman yang lebih rendah dari kali.

Aliran Kali Krukut lalu tiba di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, dan kembali terpecah menjadi dua aliran, Kali Krukut yang ke arah barat, yang alirannya kemudian menyatu dengan aliran Kali Angke, dan aliran yang lebih besar membelah kawasan Kota Tua dan dikenal dengan nama Kali Besar.

Aliran Kali Besar bertemu aliran Sungai Ciliwung di Pompa Pasar Ikan, mengalir melalui saluran Pakin (saluran buatan), bertemu kembali dengan Kali Krukut di Jalan Gedong Panjang dan bermuara di Waduk Pluit.

Jernih

Kali Krukut mengaliri Kali Besar di Kota Tua. Di sini, alirannya lebar, bersih, dan bening sehingga dasarnya terlihat. Beberapa warga memancing. Pemandangan ini terlihat berbeda dengan Krukut di hilir yang hanya digunakan untuk saluran pembuangan limbah rumah tangga. Orang memancing pun terlihat langka karena tak banyak ikan di sana. "Kalau di sini lumayan ada ikan," kata seorang warga yang terlihat memancing di jembatan Kali Besar.

Tidak jauh dari sana, di Pintu Air Pasar Ikan, Kali Krukut bermuara. Tak langsung ke laut ke Teluk Jakarta, Kali Krukut terlebih dulu mampir di Waduk Pluit. Dari kali kecil di perbatasan Jakarta dengan Kota Depok meliuk-liuk melewati Kemang hingga daerah kumuh di Tanah Abang, Kali Krukut tiba di akhir perjalanannya sebagai aliran yang tenang.

(Irene Sarwindaningrum/Amanda Putri Nugrahanti)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Januari 2017, di halaman 27 dengan judul "Jinak di Hilir, Liar di Hulu".

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Megapolitan
Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Megapolitan
104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Megapolitan
Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Megapolitan
Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Megapolitan
Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Megapolitan
Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Megapolitan
1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

Megapolitan
Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Megapolitan
Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Megapolitan
Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Megapolitan
KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

Megapolitan
Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
12 Peluru Bersarang di Tubuhnya, Jacklyn Choppers Tak Gentar Lawan Penjahat

12 Peluru Bersarang di Tubuhnya, Jacklyn Choppers Tak Gentar Lawan Penjahat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X