Kompas.com - 24/01/2017, 22:26 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di RW 08, Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/12/2017). Kahfi Dirga CahyaCalon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di RW 08, Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/12/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai, suasana kampanye di lapangan terasa berbeda menjelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 15 Februari mendatang.

Anies merasa tanda-tanda kemenangan sudah di depan mata. Hal tersebut disampaikan Anies dalam konferensi pers singkat sebelum memulai acara Rembug Rabuan untuk konsolidasi dengan pendukung dan relawan, di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

"Beberapa minggu ini saya yang keliling lapangan merasakan betul nuansanya amat berbeda, tanda-tanda kemenangan itu makin tampak," kata Anies, Selasa malam.

(Baca juga: Kata Anies soal Moderator Debat Cagub Kedua)

Anies menilai, pergerakan relawannya di lapangan bukan pergerakan semu. Ini karena dirinya menilai relawannya bukan relawan yang digerakkan dengan kekuatan uang atau dari kaum profesional berbayar.

Menurut Anies, relawannya adalah warga yang menginginkan perubahan di Jakarta.

"Jadi Rembug Rabuan ini bagian dari ciri bahwa yang bergerak itu bukan tersentralisasi, tetapi justru terdesentralisasi seluruh komponen relawan sekarang bergerak di tingkat kelurahan," ujar Anies.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Di DPP PKS, Anies Baswedan Sudah Dipanggil "Gubernur DKI Jakarta")

Ia menyatakan, relawan dari partai pendukung, yakni Partau Gerindra dan PKS, siap bersatu untuk memenangkan Anies-Sandiaga Uno. Demikian juga dengan relawan dari luar partai.

"Di Jakarta ditunjukkan gerakan partai dan non-partai bergabung bekerja bersama-sama," ujarnya.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 di Tangsel Diperpanjang 2 Pekan, Aturan Tak Berubah

PPKM Level 3 di Tangsel Diperpanjang 2 Pekan, Aturan Tak Berubah

Megapolitan
Langgar Jam Operasional dan Prokes, Bar di Tebet Diberi Garis Polisi

Langgar Jam Operasional dan Prokes, Bar di Tebet Diberi Garis Polisi

Megapolitan
Perpanjangan Kontrak TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Masih Dinegosiasikan

Perpanjangan Kontrak TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Masih Dinegosiasikan

Megapolitan
4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

Megapolitan
Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Megapolitan
Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Megapolitan
Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Megapolitan
Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Megapolitan
Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Megapolitan
Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Usai Tragedi Kebakaran, LBH Masyarakat: Semoga Tidak Berhenti di Situ

Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Usai Tragedi Kebakaran, LBH Masyarakat: Semoga Tidak Berhenti di Situ

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Siap Hadiri Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Tanah Munjul

Ketua DPRD DKI Siap Hadiri Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Tanah Munjul

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Ini Tiga Jenis Pelanggaran yang Disasar Polisi

Operasi Patuh Jaya 2021, Ini Tiga Jenis Pelanggaran yang Disasar Polisi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik | Aturan Terbaru Masuk Mal

[POPULER JABODETABEK] Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik | Aturan Terbaru Masuk Mal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.