Kompas.com - 25/01/2017, 16:06 WIB
Calon gubernur DKI Anies Baswedan saat diwawancari di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat (25/1/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusCalon gubernur DKI Anies Baswedan saat diwawancari di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat (25/1/2017)
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (25/1/2017), menemui pakar untuk berdiskusi dan memperbaharui data dalam menghadapi debat resmi kedua cagub-cawagub DKI yang akan diselenggarakan KPU DKI pada Jumat (27/1/2017).

Debat kedua KPU DKI ini mengambil tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penataan kota.

"Ada beberapa teman dari dosen dan praktisi-praktisi (yang saya temui), teman-teman lama kok," kata Anies saat diwawancarai di sebuah restoran di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (25/1/2017).

(Baca juga: Anies Ingin Ada Debat Terpisah Cagub-Cawagub seperti Debat Capres AS)

Menurut Anies, banyak pakar dan praktisi yang ia temui. Namun, Anies tidak menemui mereka sekaligus.

Anies mencontohkan, untuk satu bidang keahlian, ia bisa menemui tiga sampai empat orang pakar.

"Banyak, ganti-ganti sih. Karena saya ketemunya enggak langsung 20 orang," ujar Anies.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pakar ini, kata Anies, berasal dari kalangan muda. Diskusi bersama pakar ini dilakukan sekitar satu setengah jam.

(Baca juga: Anies: Debat Itu Bukan Proses Mendadak)

Dalam diskusi itu, biasanya Anies dan para pakar tersebut membedah persoalan dan data-data.

Namun, kata Anies, diskusi dengan pakar ini bukan berarti akan menghapal untuk debat nanti.

"Debat itu berpikir logis, mengerti struktur menyelesaikan masalah. Karena memang bukan hapalan, tetapi berpikir logis," ujar Anies.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Bekasi Perintahkan Desa Percepat Penyaluran BLT Rp 300.000

Pemkab Bekasi Perintahkan Desa Percepat Penyaluran BLT Rp 300.000

Megapolitan
Tanya Jawab Seputar Bansos Beras di Jakarta

Tanya Jawab Seputar Bansos Beras di Jakarta

Megapolitan
Satpol PP Gadungan yang Tipu 9 Orang Modus Perekrutan Ilegal Raup Rp 60 Juta

Satpol PP Gadungan yang Tipu 9 Orang Modus Perekrutan Ilegal Raup Rp 60 Juta

Megapolitan
Sempat Mengaku Jadi Korban Pungli ke Mensos Risma, Warga Tangerang Kini Sebut Tidak Ada Oknum

Sempat Mengaku Jadi Korban Pungli ke Mensos Risma, Warga Tangerang Kini Sebut Tidak Ada Oknum

Megapolitan
Pemkab Bekasi Salurkan Rp 111 Miliar BLT Dana Desa, Tiap Penerima Dapat Rp 300.000

Pemkab Bekasi Salurkan Rp 111 Miliar BLT Dana Desa, Tiap Penerima Dapat Rp 300.000

Megapolitan
Ini Lokasi Vaksinasi Dosis 2 AstraZeneca dan Sinovac di  Penjaringan

Ini Lokasi Vaksinasi Dosis 2 AstraZeneca dan Sinovac di Penjaringan

Megapolitan
Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Lansia Bunuh Istri di Jagakarsa, 16 Adegan Diperagakan

Polisi Gelar Pra-rekonstruksi Kasus Lansia Bunuh Istri di Jagakarsa, 16 Adegan Diperagakan

Megapolitan
Warga Meninggal hingga Berkecukupan Masih Terima Bansos di Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

Warga Meninggal hingga Berkecukupan Masih Terima Bansos di Kota Bekasi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Juga Tipu Bibinya hingga Terlibat Proses Rekrutmen Ilegal

Satpol PP Gadungan Juga Tipu Bibinya hingga Terlibat Proses Rekrutmen Ilegal

Megapolitan
Warga Utan Panjang yang Belum Disuntik Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ambil Bansos

Warga Utan Panjang yang Belum Disuntik Vaksin Covid-19 Tak Bisa Ambil Bansos

Megapolitan
Korban Penipuan Satpol PP Gadungan Diberi SK Pengangkatan Palsu

Korban Penipuan Satpol PP Gadungan Diberi SK Pengangkatan Palsu

Megapolitan
Revisi Perda Covid-19 Masih Dibahas DPRD, Wagub DKI Harap Segera Disahkan

Revisi Perda Covid-19 Masih Dibahas DPRD, Wagub DKI Harap Segera Disahkan

Megapolitan
PPKM Level 4, Pemohon di Kantor Imigrasi Tangerang Merosot hingga 90 Persen

PPKM Level 4, Pemohon di Kantor Imigrasi Tangerang Merosot hingga 90 Persen

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengancaman Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Datangi Jerinx ke Bali

Kasus Dugaan Pengancaman Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Datangi Jerinx ke Bali

Megapolitan
Wagub DKI: Angka Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 di Jakarta Turun Lagi

Wagub DKI: Angka Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 di Jakarta Turun Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X