Lapas Tangerang Akan Ubah SK Pembebasan Bersyarat Antasari Azhar Setelah Dapat Grasi

Kompas.com - 25/01/2017, 18:58 WIB
Terpidana Antasari Azhar datang ke Lapas Tangerang disambut Kepala Lapas Tangerang Arpan, Rabu (25/1/2017). Antasari meminta penjelasan terkait grasi dari Presiden Joko Widodo yang terbit pada Senin (23/1/2017) kemarin. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERATerpidana Antasari Azhar datang ke Lapas Tangerang disambut Kepala Lapas Tangerang Arpan, Rabu (25/1/2017). Antasari meminta penjelasan terkait grasi dari Presiden Joko Widodo yang terbit pada Senin (23/1/2017) kemarin.
|
EditorFidel Ali

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Lapas Tangerang Arpan masih menunggu kabar lebih lanjut dari jaksa guna menindaklanjuti pemberian grasi dari Presiden Joko Widodo untuk terpidana Antasari Azhar. Nantinya, pengurangan masa hukuman dari grasi disesuaikan dengan total perhitungan masa pidana Antasari.

"Nanti kami lihat, berapa dia dapatkan keputusan grasi itu. Mundurnya berapa. Setelah putusan itu terbit resmi, kami ikuti mekanismenya," kata Arpan kepada Kompas.com di Lapas Tangerang, Rabu (25/1/2017).

Arpan menjelaskan, jaksa berperan sebagai eksekutor jika ada grasi dari Presiden. Setelah jaksa mengeksekusi putusan grasi tersebut, dilanjutkan dengan rekomendasi kepada pihak lapas untuk mengubah Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat (SK PB) Antasari.

Antasari telah menjalani masa bebas bersyarat sejak 10 November 2016 lalu. Adapun Antasari sudah menjalani kurungan fisik selama tujuh tahun enam bulan. Antasari juga sempat ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Sejak 2010, total remisi yang dia peroleh adalah empat tahun enam bulan.

Dengan demikian, total masa pidana yang sudah dijalani sebanyak 12 tahun. Grasi dari Presiden Jokowi untuk Antasari adalah pengurangan masa hukuman sebanyak enam tahun. (Baca: Menkumham: Ada "Sesuatu" dalam Kasus Antasari Azhar)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X