Besi Tipis untuk Jebol Tembok

Kompas.com - 26/01/2017, 17:00 WIB
 Lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter yang digunakan para tersangka kasus narkotika kabur dari Rumah Tahanan Negara Tindak Pidana Narkoba Polri di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (24/1). Sebanyak tujuh tahanan kabur dengan cara membobok tembok kamar mandi menggunakan batang besi sepanjang 30 cm dan setebal paku, kemudian memanjat tembok setinggi 2,5 meter. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter yang digunakan para tersangka kasus narkotika kabur dari Rumah Tahanan Negara Tindak Pidana Narkoba Polri di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (24/1). Sebanyak tujuh tahanan kabur dengan cara membobok tembok kamar mandi menggunakan batang besi sepanjang 30 cm dan setebal paku, kemudian memanjat tembok setinggi 2,5 meter.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Tujuh tahanan narkoba yang kabur dari Rumah Tahanan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri di Cawang, Jakarta Timur, diketahui menjebol tembok tahanan dengan batang besi setebal paku. Untuk meredam suara, besi itu dilapisi kain saat digunakan untuk menjebol tembok.

 Wakil Direktur Tindak Pidana Narkotika Polri Komisaris Besar John Turman Pandjaitan, Rabu (25/1/2017), mengatakan, ditemukan batang besi setebal paku yang digunakan sebagai pahat dan pemukul untuk memukul besi yang digunakan sebagai pahat itu.

Batang besi dan pemukul yang digunakan untuk menjebol tembok itu dilapisi kain. Kain berfungsi untuk meredam suara benturan saat ketujuh tahanan itu menjebol tembok. Diduga, pekerjaan menjebol tembok itu dilakukan sedikit demi sedikit selama beberapa hari.

"Sementara tim kami masih mengejar ketujuh tahanan yang kabur ini," kata John.

Tujuh tahanan yang kabur terlibat kasus peredaran sabu dan ganja. Mereka adalah Azizul (30), Ridwan (22), dan Cai Chang alias Antoni (49), seorang warga negara Tiongkok. Ketiganya terlibat peredaran sabu. Empat tahanan lain adalah Anthony (33), Amirudin (27), Ricky Felani (30), dan Sukma Jaya (34), yang semuanya terlibat peredaran ganja.

Para tahanan itu menjebol tembok kamar mandi di sel tahanan nomor 5 tempat mereka mendekam di Rutan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri. Tembok itu dilubangi dengan diameter 30 sentimeter.

Tembok yang dijebol itu berada di bagian belakang rutan. Di belakang tembok itu terdapat ruang terbuka selebar 2 meter yang diapit pagar tembok Rumah Sakit Umum Pusat Otak. Lewat pagar tembok rumah sakit setinggi 2,5 meter itu pula ketujuh tahanan melarikan diri.

Untuk mengelabui petugas, kata John, tembok yang dilubangi itu ditutup dengan ember setiap ada petugas masuk memeriksa ruangan.

Menurut dia, di dalam sel itu ada 10 tahanan. Namun, hanya tujuh orang yang bekerja sama menjebol tembok dan kabur. Sementara tiga tahanan lain tak pernah tahu rencana kabur itu.

Rutan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri berdampingan dengan Rutan Badan Narkotika Nasional. Tahun 2015, sebanyak 10 tahanan BNN juga kabur dengan menjebol tembok belakang Rutan BNN. Sejak itu, Rutan BNN dilapis tembok keliling dan dipasang kawat berduri. Sementara keamanan Rutan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri diperkuat. Bangunan rutan itu lebih menyerupai rumah. (MDN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 Januari 2017, di halaman 26 dengan judul "Besi Tipis untuk Jebol Tembok".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X