Kompas.com - 26/01/2017, 20:52 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman Presiden RI ketiga BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017). Akhdi Martin PratamaPasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman Presiden RI ketiga BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkunjung ke kediaman mantan Presiden RI BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017) sore.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Anies mengaku mendapat beberapa nasihat dari mantan menteri riset dan tekhnologi itu. Nasihat itu seputar Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Jadi Pak Habibie menyampaikan pesannya pada kita karena Indonesia sedang menjadi perhatian dini, demokrasi kita di Jakarata juga tengah jadi perhatian, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia, karena itu kita jaga sama sama," ujar Anies.

Anies menambahkan, pesan kedua yang diutarakan Habibie soal meningkatkan produktivitas masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja.

"Meningkatkan kualitas manusia yang itu salah satu program prioritas kita," ucap dia. (Baca: Sowan ke Habibie, Anies-Sandi Ingin Minta Doa Restu)

Tak hanya itu, kata Anies, Habibie juga berpesan mengenai debat kandidat besok. Habibie meminta agar dalam debat nanti para pasangan bisa menunjukan pendidikan politik bagi warga Jakarta.

"Debat adalah kesempatan untuk pendidikan politik untuk bangsa karena itu dimanfaatkan kepada semua bangsa agar demokrasi kita menjadi lebih baik," kata Anies.

Kompas TV BJ Habibie Minta Presiden Hapus Hukuman Mati
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Megapolitan
Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Megapolitan
Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Megapolitan
Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Megapolitan
Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Megapolitan
Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Megapolitan
Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.