Dinas Dukcapil Koordinasi dengan KPU DKI soal Data 24.000 Orang di Luar "Database" Kependudukan

Kompas.com - 27/01/2017, 16:56 WIB
Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Moch Sidik, di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016). Nursita SariKomisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Moch Sidik, di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - KPUD DKI Jakarta bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi (rakor) secara tertutup pada Jumat (27/1/2017) siang. Tujuan rakor digelar salah satunya untuk mencocokkan data 24.000 orang di luar database kependudukan DKI Jakarta.

"Fokus kami sekarang pada data 24.000 orang yang tidak ada di database kependudukan DKI dan belum rekam E-KTP. Jadi, ini masih abu-abu, mereka warga DKI apa bukan," kata komisioner KPUD DKI Jakarta Moch Sidik kepada Kompas.com, Jumat siang.

Adapun berdasarkan data terakhir Dinas Dukcapil DKI, ada sekitar 77.000 warga DKI yang belum merekam E-KTP atau KTP elektronik.

Terkait dengan data 24.000 orang tadi, menurut Sidik, bisa saja ada di luar 77.000 warga DKI yang belum rekam, di dalam 77.000, atau sebagian beririsan dengan 77.000 warga DKI yang belum rekam tadi.

Semua data itu akan dicek dan dikombinasikan sehingga nantinya akan diketahui mana yang betul warga DKI dan mana yang bukan. Proses pencocokkan dalam rangka memastikan data pemilih ini akan berlangsung setiap hari sampai pada saat pencoblosan tanggal 15 Februari 2017 mendatang.

Sebelumnya, Ketua Unit Pengelola Teknologi Informasi Dinas Dukcapil DKI Jakarta Nur Rahman mengatakan, masih ada 77.384 warga DKI Jakarta yang belum merekam data untuk E-KTP atau KTP elektronik. Menuru dia, salah satu kendala mengapa masih banyak yang belum rekam karena banyak di antara mereka yang berada di luar Jakarta. (Baca: 77.384 Penduduk Jakarta Belum Lakukan Perekaman E-KTP)

Nur pun mengimbau mereka untuk segera merekam E-KTP. Perekaman E-KTP adalah syarat agar warga bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga yang telah merekam E-KTP bisa mendapatkan surat keterangan dari Disdukcapil melalui kepala satuan pelaksana administrasi dan kependudukan di kelurahan.

Surat keterangan itulah yang ditunjukkan di TPS (Tempat Pemungutan Suara) agar warga DKI bisa menggunakan hak pilihnya. (Baca: Mereka yang Belum Terdaftar dalam DPT Tetap Bisa Memilih dengan Cara Ini)

Kompas TV Surat Suara Pilkada DKI Jakarta Selesai Dicetak
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka, 6 Pegawai Kantor Pinjol Cengkareng Dijerat UU ITE dan Pornografi

Jadi Tersangka, 6 Pegawai Kantor Pinjol Cengkareng Dijerat UU ITE dan Pornografi

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Terima Banyak Aduan Warga soal Pinjol Ilegal lewat Medsos

Polres Metro Bekasi Terima Banyak Aduan Warga soal Pinjol Ilegal lewat Medsos

Megapolitan
Polisi: Pemilik Kantor Pinjol di Cengkareng Diduga Seorang WNA

Polisi: Pemilik Kantor Pinjol di Cengkareng Diduga Seorang WNA

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta Orangtua Bijak Sikapi Syarat Siswa SD Ikut PTM Terbatas

Wali Kota Tangerang Minta Orangtua Bijak Sikapi Syarat Siswa SD Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Kasus Sekuriti Keroyok 3 Pengunjung Bar, Manajemen Ajak Korban Cabut Laporan

Kasus Sekuriti Keroyok 3 Pengunjung Bar, Manajemen Ajak Korban Cabut Laporan

Megapolitan
Soal Pelonggaran PPKM, Wali Kota Tangerang Ingatkan Orangtua Awasi Anak di Bawah 12 Tahun

Soal Pelonggaran PPKM, Wali Kota Tangerang Ingatkan Orangtua Awasi Anak di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingatkan ASN Jangan Cuti pada 18-22 Oktober

Wali Kota Tangerang Ingatkan ASN Jangan Cuti pada 18-22 Oktober

Megapolitan
Catatan Terakhir Korban Tewas Susur Sungai Ciamis: Desember Jemput Ya

Catatan Terakhir Korban Tewas Susur Sungai Ciamis: Desember Jemput Ya

Megapolitan
Misteri 5 Orang Tewas Seketika di Gorong-gorong

Misteri 5 Orang Tewas Seketika di Gorong-gorong

Megapolitan
Hujan Deras Senin Kemarin Bikin Saluran Air di Jakarta Pusat Tersumbat

Hujan Deras Senin Kemarin Bikin Saluran Air di Jakarta Pusat Tersumbat

Megapolitan
Polisi Mintai Keterangan Istri Wakil Dewan Kota Jakut Terkait Kecelakaan di Cilincing

Polisi Mintai Keterangan Istri Wakil Dewan Kota Jakut Terkait Kecelakaan di Cilincing

Megapolitan
Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kecelakaan yang Menewaskan Anggota Dewan Kota Jakut

Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kecelakaan yang Menewaskan Anggota Dewan Kota Jakut

Megapolitan
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Investasi Bodong yang Tipu Korbannya Rp 1 Miliar

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Investasi Bodong yang Tipu Korbannya Rp 1 Miliar

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Pelecehan di KPI Harap Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Kuasa Hukum Korban Pelecehan di KPI Harap Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Megapolitan
Kecelakaan Kereta Api Terbesar di Indonesia Terjadi 34 Tahun Lalu di Bintaro, Ratusan Penumpang Tewas

Kecelakaan Kereta Api Terbesar di Indonesia Terjadi 34 Tahun Lalu di Bintaro, Ratusan Penumpang Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.