Ada "Serba Pantang" di Imlek, Apa Kata Generasi Milenial Tionghoa?

Kompas.com - 27/01/2017, 17:57 WIB
Pedagang pernak-pernik Tahun Baru China atau Imlek di Pasar Glodok di kawasan Pecinan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (25/1/2017). Aktivitas ekonomi di Pasar Glodok menunjukkan peningkatan dan para pedagang sudah menjajakan berbagai kebutuhan perayaan menjelang Imlek 2568 pada 28 Januari 2017. GARRY ANDREW LOTULUNGPedagang pernak-pernik Tahun Baru China atau Imlek di Pasar Glodok di kawasan Pecinan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (25/1/2017). Aktivitas ekonomi di Pasar Glodok menunjukkan peningkatan dan para pedagang sudah menjajakan berbagai kebutuhan perayaan menjelang Imlek 2568 pada 28 Januari 2017.
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
- Ada banyak tradisi berlangsung, lengkap dengan segala pernak-perniknya, setiap kali Imlek tiba. Di tengah semua itu, ada sederet pantangan yang sudah jadi "keyakinan" turun-temurun.

Pada malam menjelang Imlek, misalnya, keluarga besar keturunan Tionghoa punya tradisi untuk berkumpul di rumah kerabat tertua. Sejumlah makanan khas—bahkan ada yang hanya bisa ditemui saat Imlek—bakal jadi suguhan di pertemuan.

Budaya memberi uang dalam amplop merah—angpau—pun masih terus berlangsung hingga kini. Uang itu diberikan kepada anggota keluarga yang lebih muda, dari anak-anak sampai dewasa tetapi belum menikah.

Bagi generasi milenial—mereka yang tumbuh dewasa pada era 2000-an—pemaknaan atas sejumlah tradisi tersebut beragam.

Penampilan

Dalam tradisi Imlek, ada sejumlah anjuran yang sudah terasa laiknya pakem soal penampilan.  Keturunan Tionghoa, misalnya, harus mengenakan pakaian baru. Itu pun harus pakaian berwarna merah.

Di budaya China, warna merah melambangkan rezeki dan keberuntungan. Adapun "status" baru untuk baju merupakan simbolisasi harapan pada tahun mendatang para pemakainya juga mendapatkan rezeki baru.

Pakaian baru tak hanya untuk baju luar yang dipakai untuk bertandang atau menerima kunjungan pada malam menjelang Imlek, tetapi juga berlaku pada pakaian tidur, pakaian dalam, bahkan seprei alas tidur.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Lampion menghiasi dan menyemarakkan Pasar Imlek Semawis di Gang Pinggir, Pecinan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2/2016). Pasar Imlek Semawis yang diadakan 4-6 Februari ini menjadi agenda rutin dengan berbagai kegiatan dari seni, budaya, hingga kuliner.

“Kalau mampu, semuanya harus baru. Benar-benar baru. Jadi tiap tahun ganti terus. Karena kan tahun baru, agar berkahnya baru lagi,” ujar Vincy (25 tahun), keturunan Tionghoa dari Pekanbaru, yang dihubungi Kompas.com, Rabu (25/1/2017).

Vincy juga menuturkan, dia akan memotong rambutnya setiap menjelang Imlek. “Potong rambut itu 'harus banget', untuk membuang sial,” ujar dia mantap.

Serba pantang

Selain segala yang berbau "harus", Imlek juga punya sederet daftar "pantang". Tujuan segala larangan adalah menghindari hal buruk terjadi pada tahun mendatang. 

Selama Imlek, para keturunan Tionghoa dilarang keras untuk bersih-bersih rumah. Bahkan, memegang sapu saja sudah harus dihindari selama perayaan tahun baru penanggalan China itu.

“(Pegang sapu apalagi menyapu diyakini) bisa menyapu rejeki yang datang," sebut Lady (24), juga salah satu warga Tionghoa generasi milenial di Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Megapolitan
Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Megapolitan
Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Megapolitan
Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Megapolitan
Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Polisi Gerebek Kampung Ambon Jakbar, 45 Orang Ditangkap, Senjata hingga Miras Diamankan

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Pengelola Mal Perketat Protokol Kesehatan Jelang Lebaran

Wakil Wali Kota Bogor Ingatkan Pengelola Mal Perketat Protokol Kesehatan Jelang Lebaran

Megapolitan
Bangunan TK di Cipete Selatan Terbakar, Diduga akibat Warga Bakar Sampah

Bangunan TK di Cipete Selatan Terbakar, Diduga akibat Warga Bakar Sampah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X