Kompas.com - 29/01/2017, 22:24 WIB
Cagub-cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni usai sowan ke kediaman BJ Habibie di Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaCagub-cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni usai sowan ke kediaman BJ Habibie di Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com- Calon gubernur nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono belum memutuskan siapa lagi tokoh yang akan dikunjunginya jelang Pilkada DKI 2017 yang tinggal menyisakan waktu dua minggu.

Adapun Minggu sore, bersama Sylviana Murni, calon wakil gubernur DKI pasangannya pada Pilkada DKI Jakarta, Agus sowan ke kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Agus mengatakan kunjungan tergantung dari ketersediaan waktu tokoh yang akan dia datangi. "Itu tergantung ketersediaan waktu dari pihak kami atau pihak siapapun yang ditemui dan kami yakini bisa memberikan masukan yang baik," ujar Agus di kediaman Habibie, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017).

Selain menemui Habibie, Agus mengaku sering menemui tokoh nasional tanpa diketahui oleh media. Hal itu telah dia dan Sylviana lakukan setelah mendaftarkan diri sebagai bakal cagub-cawagub DKI Jakarta.

Agus mengatakan, kunjungan yang dilakukannya merupakan bagian dari mendengar masukan dari para tokoh guna pembangunan Jakarta jika terpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Kami secara rutin dan berkala lakukan kunjungan yang tidak terlalu terekspos di media. Karena kami adalah tipe pemimpin pembelajar yang selalu mendengar masukan tidak hanya dari para pakar dan tokoh tapi juga langsung dari masyarakat," ujar Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.