Banyak Politikus Datang, Revitalisasi Pasar Ikan Lanjut Usai Pilkada

Kompas.com - 31/01/2017, 11:56 WIB
Spanduk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang terpasang di  lokasi penggusuran Pasar Ikan dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). Alsadad RudiSpanduk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang terpasang di lokasi penggusuran Pasar Ikan dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengerjaan revitalisasi kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dihentikan sementara sembari menunggu masa kampanye dan Pilkada DKI Jakarta selesai.

Hal itu dilakukan atas dasar pertimbangan banyaknya tokoh politik nasional yang mendatangi Pasar Ikan dan memberi bantuan kepada warga yang masih bertahan.

"Karena kondisi sekarang sudah mau Pilkada dan banyak tokoh-tokoh nasional ke situ, sementara belum berjalan lagi untuk proyek-proyek itu," kata Camat Penjaringan Mohammad Andri kepada Kompas.com, Selasa (31/1/2017).

Andri menjelaskan, sejak Pasar Ikan ditertibkan pada April 2016 lalu, sudah ada tahapan revitalisasi yang dikerjakan. Pengerjaan meliputi pembangunan sheet pile, tanggul, dan pengerukan lumpur di kali sekitar Pasar Ikan.

Proses revitalisasi Pasar Ikan melibatkan sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan unit terkait, di antaranya PD Pasar Jaya, Dinas Tata Air, hingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Masing-masing memiliki bagiannya sendiri dan bertanggung jawab pada dinasnya.

"Setelah Pilkada, akan ada rakor (rapat koordinasi) membahas kelanjutan proyek-proyek di sana. SKPD belum sosialisasi untuk pelaksanaan proyek. Tinggal dinas terkaitnya saja yang melaksanakan kegiatan, tanggung jawab di masing-masing unit," ujar Andri.

Di luar masa kampanye dan Pilkada, revitalisasi Pasar Ikan juga belum bisa maksimal karena sedang ada gugatan perdata class action dari warga di Kampung Akuarium.

"Kami menunggu hasil pengadilan juga. (Kelanjutan revitalisasi) tergantung hasil pengadilan nanti," ujar Andri.

Kompas.com sebelumnya telah menghubungi Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi dan Wakil Wali Kota Jakarta Utara Yani Wahyu Purwoko untuk menanyakan kelanjutan revitalisasi Pasar Ikan, tetapi belum direspons.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X