Kompas.com - 31/01/2017, 14:02 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengatakan, warga Kepulauan Seribu sebenarnya marah terhadap ucapan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hanya saja, mereka tidak berani untuk menunjukan pendapat mereka.

"Menurut investigasi yang dilaporkan, sebenarnya mereka marah, cuma tidak berani mengeluarkan pendapat," ujar Ma'ruf kepada tim kuasa hukum Basuki dalam persidangan di Kementrian Pertanian, Ragunan, Selasa (30/1/2017).

Ma'ruf mengatakan, mereka yang marah adalah yang mendengar secara langsung ucapan Basuki soal Al-Maidah ayat 51.

Baca: Kasus Dugaan Penodaan Agama oleh Ahok di Mata Warga Pulau Pramuka

Tim kuasa hukum Ahok meminta Ma'ruf untuk tidak sekadar klaim. Ma'ruf diminta untuk menunjukkan identitas orang yang marah itu.

Baca: Ikut Kunjungan ke Pulau Pramuka, Pria Ini Heran Ahok Disebut Penista

"Ya, itu kami pertimbangkan apakah itu tidak menimbulkan masalah nantinya, ya nanti kami berkonsultasi dengn jaksa penuntut umum," ujar Ma'ruf.

Selain Ma'ruf, ada empat saksi yang akan bersaksi. Seperti dua fakta dari warga Kepulauan Seribu, Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar, dan saksi pelapor Ibnu Baskoro.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Baca: Warga Pulau Pramuka Angkat Bicara soal Tuduhan Penodaan Agama oleh Ahok

Kompas TV Ahok Jalani Sidang Ke-8 Dugaan Penodaan Agama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Sebut Saringan Sampah Kali Ciliwung Tak Efektif Cegah Banjir

Pengamat Sebut Saringan Sampah Kali Ciliwung Tak Efektif Cegah Banjir

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Minibus dan Truk di Tol Jorr KM5 yang Tewaskan 2 Orang

Kronologi Kecelakaan Minibus dan Truk di Tol Jorr KM5 yang Tewaskan 2 Orang

Megapolitan
Sopir Truk yang Disuruh 'Push Up' dan Berguling oleh Wakil Ketua DPRD Cabut Laporannya di Polres Depok

Sopir Truk yang Disuruh "Push Up" dan Berguling oleh Wakil Ketua DPRD Cabut Laporannya di Polres Depok

Megapolitan
Nilai Perluasan Daratan Sama seperti Reklamasi, Komisi D DPRD DKI: Siasat Bahasa Saja

Nilai Perluasan Daratan Sama seperti Reklamasi, Komisi D DPRD DKI: Siasat Bahasa Saja

Megapolitan
Didesak Warga, Polisi Sebut Lokalisasi Rawa Malang Akan Ditutup Malam Ini

Didesak Warga, Polisi Sebut Lokalisasi Rawa Malang Akan Ditutup Malam Ini

Megapolitan
Pengamat Sebut Pembangunan Saringan Sampah Tak Efektif jika Tak Ada Sanksi Tegas

Pengamat Sebut Pembangunan Saringan Sampah Tak Efektif jika Tak Ada Sanksi Tegas

Megapolitan
Abrasi Besar-Besaran di Pulau G, Luas Berkurang hingga 8 Hektar

Abrasi Besar-Besaran di Pulau G, Luas Berkurang hingga 8 Hektar

Megapolitan
SMPN 36 Jakarta Dibobol Pencuri, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 76 Juta

SMPN 36 Jakarta Dibobol Pencuri, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 76 Juta

Megapolitan
Mengaku Belum Dipanggil KPK Soal Formula E, Sahroni: Saya Siap Hadir Bila...

Mengaku Belum Dipanggil KPK Soal Formula E, Sahroni: Saya Siap Hadir Bila...

Megapolitan
Polisi Periksa 2 Saksi untuk Selidiki Pencurian Tas di Kolam Renang GOR Ciracas

Polisi Periksa 2 Saksi untuk Selidiki Pencurian Tas di Kolam Renang GOR Ciracas

Megapolitan
Berkas Perkara Penistaan Agama oleh Roy Suryo Masih Diperiksa Kejaksaan Tinggi

Berkas Perkara Penistaan Agama oleh Roy Suryo Masih Diperiksa Kejaksaan Tinggi

Megapolitan
Terekam Kamera CCTV, Emak-emak Bawa 2 Anak Diduga Curi Tas di Kolam Renang Ciracas

Terekam Kamera CCTV, Emak-emak Bawa 2 Anak Diduga Curi Tas di Kolam Renang Ciracas

Megapolitan
Saringan Sampah di CIliwung Bisa Disebut Bisa Hancurkan Sampah Kayu dan Kasur

Saringan Sampah di CIliwung Bisa Disebut Bisa Hancurkan Sampah Kayu dan Kasur

Megapolitan
Nelayan Muara Angke Minta Diprioritaskan sebagai Penghuni Pulau G

Nelayan Muara Angke Minta Diprioritaskan sebagai Penghuni Pulau G

Megapolitan
Sahroni Sebut Nasdem Bakal Umumkan Capres dan Koalisi pada 10 November

Sahroni Sebut Nasdem Bakal Umumkan Capres dan Koalisi pada 10 November

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.