Kompas.com - 31/01/2017, 21:04 WIB
Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (31/10/2016). Ambaranie Nadia K.MMako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (31/10/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Aziz Yanuar, pengacara tersangka kasus dugaan makar, Firza Husein, mengatakan kliennya masih berada di dalam Markas Korps Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Firza yang disebut ditangkap polisi terkait kasus dugaan makar itu saat ini sedang menunggu untuk diperiksa penyidik di Mako Brimob.

"Jadi kalau menurut keterangan tadi itu belum diperiksa BAP (berita acara pemeriksaan), belum mulai," kata Aziz, saat dihubungi, Selasa (31/1/2017) malam sekitar pukul 19.40.

(Baca: Kapolda: Firza Husein Pegang Dana Makar)

Firza, lanjut Aziz, masih beristirahat sambil menunggu proses pembuatan BAP tersebut. Menurut Aziz, pengacara belum boleh menemui Firza di Mako Brimob.

"Iya, sejak awal kami enggak boleh masuk," ujar Aziz.

Aziz membantah kliennya terlibat atau menyimpan dana yang disebut untuk upaya makar, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan upaya menggulingkan kekuasaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dituduh mendanai atau terlibat dalam pendanaan itu enggak benar. Karena yang bersangkutan hanya terlibat kegiatan sosial membantu anak-anak yatim, itu saja. Enggak pernah ada hal-hal yang berbau penggulingan kekuasaan," ujar Aziz.

(Baca: Firza Husein Dibawa ke Mako Brimob Terkait Kasus Dugaan Makar)

Saat ini pihak pengacara masih menunggu proses BAP terhadap Firza di Mako Brimob.

"Ya, kami akan nunggu proses BAP dimulai nanti kami akan dampingi, tunggu aja. Karena baru tadi kan ya ditahan," ujar Aziz.

Kompas TV Kapolri: Kasus Dugaan Makar Terus Diusut
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

Megapolitan
Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Megapolitan
PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.