Kompas.com - 01/02/2017, 12:40 WIB
Komisi B menggelar rapat untuk membahas relokasi pedagang Pasar Senen di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (1/2/2017). Jessi Carina Komisi B menggelar rapat untuk membahas relokasi pedagang Pasar Senen di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (1/2/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Pembangunan Jaya Sutopo Kristanto mengatakan, tempat penampungan sementara untuk pedagang Pasar Senen sedang diselesaikan. Sutopo menargetkan tempat tersebut selesai bulan depan.

"Sudah dimulai secara fisik dan kami bertekad untuk segera menyelesaikannya. Selesai kira-kira 10 Maret, paling lambat," ujar Sutopo dalam rapat di Komisi B, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (1/2/2017).

(Baca juga: Korban Kebakaran Pasar Senen Menolak Pindah ke Lokasi Sepi Pengunjung)

Tempat penampungan sementara yang dimaksud Sutopo ada di Blok 5, tepatnya di lantai 1, 2, dan 5.

Sutopo berharap, tempat penampungan sementara itu bisa selesai lebih cepat dari target awal. Setelah tempat penampungan selesai, pedagang bisa berjualan di tempat yang baru.

"Semoga nanti 10 Maret tempatnya selesai sehingga pedagang bisa aktivitas secara normal kembali," ujar Sutopo.

Sutopo mengatakan, instansinya akan menyiapkan kios-kios lengkap dengan rolling door. Menurut dia, kios tersebut sudah cukup aman untuk menjaga barang dagangan para pedagang.

Namun, dia meminta pedagang juga ikut menjaga asetnya. "Kalau itu ditumpukan ke kami 100 persen, tidak fair karena harusnya mereka (ikut menjaga)," ujar Sutopo.

(Baca juga: Pedagang Blok 3 Pasar Senen Ikut Berjualan di Jalanan)

Dalam rapat tersebut, hadir pula pedagang Pasar Senen. Mereka minta kepada PT Pembangunan Jaya bisa membagikan kios secara adil.

Mereka minta pedagang yang biasa berjualan di lantai 1 Blok 1 dan 2 akan mendapat kios di lantai 1 Blok 5.

Terkait itu, Sutopo menjanjikan pembagian kios yang fair kepada para pedagang.

Kompas TV Polisi Olah TKP Kebakaran Pasar Senen
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.