Agus Heran Pertemuannya dengan Ma'ruf Amin Dipermasalahkan Ahok

Kompas.com - 02/02/2017, 22:32 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono saat mendatangi permukinan warga di Kelurahan Cikini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). Alsadad RudiCalon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono saat mendatangi permukinan warga di Kelurahan Cikini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, heran dengan pihak yang mempermasalahkan pertemuannya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Ma'ruf Amin.

"Saya heran siapa yang permasalahkan, kenapa dipermasalahkan juga. Yang jelas saya sebagai warga negara punya segala hak untuk bertemu dengan siapa pun," kata Agus di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Agus diketahui memang sempat mendatangi Ma'ruf di kantor PBNU pada 7 Oktober 2016. Menurut Agus, pertemuannya saat itu merupakan bagian dari sosialisasi pada masa-masa awal pencalonannya.

Agus menyebut saat itu hanya meminta nasihat dan doa restu dari para tokoh agama yang dinilainya akan dapat memberikan wejangan yang baik kepadanya.

"Dengan nasihat itu, saya meyakini itu akan melengkapi semangat saya untuk membawa perubahan bagi seluruh warga DKI," kata Agus.

Pihak yang mempermasalahkan pertemuan Agus dan Ma'ruf adalah terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, beserta tim kuasa hukumnya. Dalam lanjutan persidangan kasus penodaan agama Selasa (31/1/2017), Ahok sempat mengancam akan memproses hukum Ma'ruf.

Menurut Ahok, Ma'ruf yang hadir sebagai saksi dari jaksa penuntut umum itu menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Baca: MUI Anggap Sikap Ahok dan Tim Advokasi Tak Santun terhadap Ma'ruf Amin)

Ahok mengatakan, pengacaranya memiliki bukti tentang adanya pembicaraan telepon antara SBY dan Ma'ruf. Pembicaraan membahas mengenai dua hal, yakni permintaan agar Ma'ruf menerima kedatangan Agus di kantor PBNU.

Yang kedua ialah permintaan agar MUI menerbitkan fatwa terkait ucapan Ahok dalam kunjungan kerjanya sebagai Gubernur DKI ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Namun, Ma'ruf membantah.

Pada kesempatan terpisah, SBY mengatakan, percakapan itu tidak ada kaitannya dengan kasus Ahok. Belakangan, Ahok menyatakan permintaan maaf kepada Ma'ruf Amin. Dia juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin. Terkait permohonan maaf Ahok, Ma'ruf mengaku sudah memaafkan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengadu Sejumlah Masalah, Petugas Ambulans Unjuk Rasa di Depan Balai Kota

Mengadu Sejumlah Masalah, Petugas Ambulans Unjuk Rasa di Depan Balai Kota

Megapolitan
Deteksi Banjir, Anies Minta Camat dan Lurah Ketahui Volume Air Hujan dengan Alat Ukur

Deteksi Banjir, Anies Minta Camat dan Lurah Ketahui Volume Air Hujan dengan Alat Ukur

Megapolitan
Ridwan Kamil: Realistis Kondisi Normal dari Pandemi Covid-19 Baru 2022

Ridwan Kamil: Realistis Kondisi Normal dari Pandemi Covid-19 Baru 2022

Megapolitan
Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Rawan Terjadi Kecelakaan, Ini Sebabnya

Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Rawan Terjadi Kecelakaan, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pemkot Jaksel Panggil Pengembang Melati Residence, Wali Kota: Dua Kali Tak Hadir

Pemkot Jaksel Panggil Pengembang Melati Residence, Wali Kota: Dua Kali Tak Hadir

Megapolitan
Ridwan Kamil Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar Setelah Long Weekend

Ridwan Kamil Khawatir Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar Setelah Long Weekend

Megapolitan
Pembangunan Embung Tegal Alur Ditargetkan Selesai Awal 2021

Pembangunan Embung Tegal Alur Ditargetkan Selesai Awal 2021

Megapolitan
Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

Pemkot Klaim Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Barat Turun Berkat Ronda Keliling

Megapolitan
Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

Lurah Sebut PT Khong Guan Janji Beri Jawaban soal Ganti Rugi Warga Senin Pekan Depan

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Demo Tolak UU Cipta Kerja Usai, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

8 Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Tangsel Dilakukan 2 Paslon

Megapolitan
Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

Musim Hujan, Pemkot Tangerang Siapkan 709 Petugas Siaga Banjir

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

Polda Metro Jaya Bakal Gelar Operasi Zebra 26 Oktober-8 November 2020

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

UPDATE 21 Oktober: 12.748 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.120 Orang Meninggal

Megapolitan
Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

Pengendara Mobil yang Buang Kantong Sampah di Kalimalang Menyerahkan Diri ke Polres Metro Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X