Kompas.com - 05/02/2017, 20:22 WIB
Presiden Gerindra Prabowo Subianto saat berorasi di kampanye akbar calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/2/2017). Acara ini merupakan bentuk dukungan dari para simpatisan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 tersebut. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPresiden Gerindra Prabowo Subianto saat berorasi di kampanye akbar calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/2/2017). Acara ini merupakan bentuk dukungan dari para simpatisan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 tersebut.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui ada kader partainya yang bermasalah. Hal itu dia sampaikan dalam kampanye akbar pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2017).

"Semua partai ada yang baik ada yang jelek, jangan lu kira di Gerindra nggak ada yang brengsek, di Gerindra banyak juga, gue abis tanda tangan surat pemecatan, jadi kami mau dikritik dan mengkritik diri sendiri," ujar Prabowo, di hadapan massa pendukung Anies-Sandi.

(Baca: Prabowo Minta Pendukung Anies-Sandi Jangan "Lugu")

Prabowo awalnya bicara soal dua partai pengusung Anies-Sandi, yaitu Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Prabowo mengatakan Anies yang diusungnya menjadi calon gubernur bukanlah kader Gerindra maupun PKS.

Menurut Prabowo, posisi seorang calon pemimpin tidak harus selalu diberikan pada mereka yang aktif di partai politik. Anies Baswedan disebutnya memenuhi kriteria pemimpin yang baik meski bukan kader partai.

Prabowo menyebut ideologi religius PKS dan ideologi nasionalis Gerindra sudah tepat untuk mengusung Anies-Sandi dan mewujudkan perbaikan di Jakarta.

"Anies Baswedan bukan kader Gerindra, saya juga nggak minta dia masuk, kalau dia nanti daftar ya kami pikir-pikir dulu, karena saya ingin dia jadi gubernur DKI Jakarta untuk semua, nggak perlu jadi kader kami," ujar Prabowo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Prabowo: Kalau Ingin Saya Jadi Presiden 2019, Kalian Harus Kerja Keras)

Kompas TV Anies-Sandi Gelar Kampanye Akbar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Mengaku Diintimidasi usai Lapor Polisi…

Saat Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Mengaku Diintimidasi usai Lapor Polisi…

Megapolitan
Bendung Katulampa Bogor Siaga 3, Warga di Bantaran Sungai Ciliwung Waspada Banjir

Bendung Katulampa Bogor Siaga 3, Warga di Bantaran Sungai Ciliwung Waspada Banjir

Megapolitan
Bendahara Kelurahan Duri Kepa Kirim Surat Sakit Setiap Akan Dikonfirmasi soal Pinjaman Rp 264,5 Juta

Bendahara Kelurahan Duri Kepa Kirim Surat Sakit Setiap Akan Dikonfirmasi soal Pinjaman Rp 264,5 Juta

Megapolitan
Kasus Kelurahan Duri Kepa Pinjam Rp 264,5 Juta dari Warga, Lurah: untuk Keperluan Pribadi Bendahara

Kasus Kelurahan Duri Kepa Pinjam Rp 264,5 Juta dari Warga, Lurah: untuk Keperluan Pribadi Bendahara

Megapolitan
Warga Cibodas Akan Cabut Laporan Polisi jika Kelurahan Duri Kepa Bayar Hutang Rp 264,5 Juta

Warga Cibodas Akan Cabut Laporan Polisi jika Kelurahan Duri Kepa Bayar Hutang Rp 264,5 Juta

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pengusaha Warteg di Pademangan Mengeluh Pengeluaran Membengkak

Harga Minyak Goreng Naik, Pengusaha Warteg di Pademangan Mengeluh Pengeluaran Membengkak

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap di Gunung Sahari Langsung Kena Tilang Elektronik

Pelanggar Ganjil Genap di Gunung Sahari Langsung Kena Tilang Elektronik

Megapolitan
Terkait Utang, Pihak Kelurahan Duri Kepa Disebut Tak Berniat Baik

Terkait Utang, Pihak Kelurahan Duri Kepa Disebut Tak Berniat Baik

Megapolitan
Tagih Utang Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas 2 Kali Somasi Kelurahan Duri Kepa Sebelum Lapor Polisi

Tagih Utang Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas 2 Kali Somasi Kelurahan Duri Kepa Sebelum Lapor Polisi

Megapolitan
Kumpul di Sekitar Istana Negara, Buruh dan Mahasiswa Serukan 13 Tuntutan ke Jokowi

Kumpul di Sekitar Istana Negara, Buruh dan Mahasiswa Serukan 13 Tuntutan ke Jokowi

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Pasien Covid-19 di RSU Tangsel Tersisa 4 Orang, Sejumlah Nakes Pindah Tugas

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak Lapor Polisi, PSI: Kami Kooperatif, Tidak Lari

Megapolitan
Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Pencuri Kucing Persia di Depok Batal Dituntut ke Pengadilan, Kejari Sebut Keadilan Restoratif

Megapolitan
Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Truk Ekspedisi Raib Dicuri di Tanah Abang, 2 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Indramayu

Megapolitan
RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

RSU Tangsel Kian Lengang, Hanya Ada 4 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.