Kompas.com - 06/02/2017, 05:53 WIB
Pasangan bakal calon petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat diberi peci oleh Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Djan Faridz, di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPasangan bakal calon petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat diberi peci oleh Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Djan Faridz, di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menceritakan bahwa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta Djan Faridz telah mendukungnya sejak maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

Kini, Djan kembali mendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Pak Djan tahun 2012 diprotes, karena (Pilkada) tahun 2012 dukung Ahok. Alasannya (Djan dukung Ahok) agak KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), karena istri beliau saudaraan sama istri saya, mau gimana," kata Ahok dalam sambutannya pada acara Istigasah Kebangsaan Nahdliyin Jakarta, di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2017).

Hanya saja, kata dia, alasan Djan mendukung dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 berbeda dari tahun 2012.

"Tahun ini alasan dukungnya lebih baik, enggak sebut saudaraan sama istri, tapi karena Ahok telah terbukti membuat program yang memajukan umat Muslim," kata Ahok. (Baca: Tim Ahok-Djarot Tegur PPP Kubu Djan Faridz)

PPP yang dipimpin Djan Faridz mendukung pasangan Ahok dengan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, mereka tidak resmi mengusung karena PPP pimpinan Romahurmuziy-lah yang resmi mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

PPP pimpinan Djan menyatakan dukungan setelah empat partai politik resmi mengusung Ahok-Djarot ke KPU DKI Jakarta.

"Sekali lagi saya mau sampaikan terima kasih atas dukungan dan doa semuanya. Karena ibu saya sering ingatin, 'Kamu bisa jadi gubernur baik kalau ditopang doa umat beragama'," kata Ahok.

Pada istigasah tersebut, turut hadir beberapa politisi dan tokoh, di antaranya Djan, Nusron Wahid, Humphrey Djemat, Gus Nuril, dan Taufik Damas.

Kompas TV PPP Kubu Djan Faridz Dukung Ahok-Djarot
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.