"Bomber" Percantik Kalijodo lewat Grafiti - Kompas.com

"Bomber" Percantik Kalijodo lewat Grafiti

Kompas.com - 06/02/2017, 10:25 WIB
KOMPAS.com/Kahfi Dirga Cahya Graffiti di Kalijodo, Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang berbeda dari Kalijodo kini. Meskipun taman seluas empat hektar itu sudah dilengkapi beragam fasilitas permainan, Kalijodo terus berinovasi. Kini, Kalijodo dipercantik dengan adanya grafiti.

Lokasi grafiti terletak di tembok sisi barat rumah pompa Kalijodo. Grafiti itu tampak di dinding sepanjang 24 meter dan tinggi sekitar 8 meter.

Pantauan Kompas.com, Senin (6/2/2017), pengerjaan grafiti belum selesai. Baru satu gambar yang terlihat jelas, yakni berupa bunga. Gambar lain belum terlihat secara utuh, meskipun sudah dalam pengerjaan.

Pengerjaan grafiti dilakukan dengan memperhatikan keamanan. Seniman grafiti atau biasa disebut bomber memasang steger besi. Pemasangan steger agar lebih memudahkan bomber.

Di atas steger juga dipasang terpal biru. Fungsi terpal agar para bomber dan grafiti tidak terkena hujan selama pengerjaan. (Baca: Kaleidoskop 2016: Metamorfosis Kalijodo...)

Saat Kompas.com menyambangi lokasi, tak ada bomber. Pengerjaan diberhentikan pada Senin dini hari.

"Kemarin proses pengerjaan mulai dari sore sampai tengah malam," kata salah seorang yang membuat video graffiti di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pria yang tak mau disebutkan namanya itu tak mengetahui kapan para bomber akan kembali menyelesaikan. Namun, dia menyebut proses pengerjaan akan memakan waktu tiga hingga empat hari.

Kompas TV Kerennya Kalijodo Baru


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFidel Ali
Komentar

Terkini Lainnya

Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Makan Hewan Dilindungi, Seorang Pria Dipecat dari Pekerjaannya

Internasional
Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Rusia Jadi Negara yang Secara Militer Paling Sulit Ditaklukkan

Internasional
Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Mobil Rombongan Wisatawan Masuk Jurang, Para Penumpang Selamat

Regional
Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah 'Tenant' Sempat Tergenang

Plafon Mal Central Park Jebol karena Pipa Bocor, Sejumlah "Tenant" Sempat Tergenang

Megapolitan
Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Setya Novanto Batal Dihadirkan Lagi dalam Sidang Fredrich Yunadi

Nasional
Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional

Close Ads X