Kompas.com - 07/02/2017, 19:29 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017). Akhdi martin pratamaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, membantah pihaknya menyebarkan foto yang memperlihatkan kondisi Firza Husein di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Firza merupakan tersangka kasus makar. Dia juga diduga terkait dengan kasus konten pornografi yang saat ini sedang diselidiki polisi.

"Bukan kami," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/2/2017) saat ditanya siapa yang menyebarkan foto Firza itu.

Argo mengaku belum mengetahui beredarnya foto tersebut. Namun ia memastikan personel polisi memiliki aturan kode etik untuk tidak melanggar hak-hak para tahanan.

"Nanti saya cek kembali, aku belum liat foto mana saja yang beredar," kata Argo.

Sebelumnya, kuasa hukum Firza Husein, Dahlia Zein, menyesalkan beredarnya foto-foto Firza yang menunjukkan kondisi kliennya itu di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Dahlia menyebutkan, foto-foto tersebut benar kliennya yang tengah ditahan. Foto-foto tersebut pertama diunggah oleh akun Twitter @ratu_adil pada hari Minggu lalu.

Tiga foto tersebut menunjukkan Firza yang tak berkerudung mengenakan daster berwarna merah muda dan celana hitam. Satu foto menunjukkan Firza terlelap, dan dua foto lainnya menunjukkan Firza tengah makan di atas tempat tidur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kuasa hukum dan keluarga mengetahui adanya foto-foto itu dari Twitter. Mereka saat ini sudah melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Belum diketahui apakah foto-foto tersebut diambil oleh penyidik atau pihak lain.

"Polisi sedang cari tahu siapa oknum yang menyebarkan," kata Dahlia.

Firza Husein diciduk kepolisian dari rumahnya di Lubang Buaya, Jakarta Timur pada 31 Januari 2017. Ia ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok lantaran dianggap tak kooperatif dan berbohong kepada polisi terkait pemeriksaannya sebagai tersangka kasus makar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.