Sandiaga Sebut Kebijakan Tolak Reklamasi Buat Dia Tak Populer

Kompas.com - 08/02/2017, 15:17 WIB
Ustadz Solmed atau Sholeh Mahmoed Nasution mendampingi calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017). Ustadz Solmed datang lebih dulu daripada Sandiaga. Kahfi Dirga CahyaUstadz Solmed atau Sholeh Mahmoed Nasution mendampingi calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017). Ustadz Solmed datang lebih dulu daripada Sandiaga.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengatakan, dia dan cagub pasangannya, Anies Baswedan, tegas menolak reklamasi di Teluk Jakarta. Sandiaga menyadari, sikap itu memiliki sejumlah dampak.

"Memang akhirnya kami jadi gak populer dan ditinggalkan pengembang," kata Sandiaga di Berlan, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017).

Namun penolakan itu dikatakan telah didasari sejumlah alasan seperti keadilan. Bagi dia dan Anies, reklamasi tidak terbuka dan tidak adil serta menciderai hak masyarakat kelas menengah ke bawah di Jakarta.

"Terutama nelayan yang berjumlah puluhan ribu harus minggir dan tergusur karena pantainya diambil secara paksa dan tidak dengan sosialisasi yang baik," ujar Sandiaga.

Dia menceritakan pengalamannya melihat penggusuran di Kampung Akuarium. Dia menilai Pemprov DKI Jakarta tidak memperlakukan rakyat secara adil, beradab dan manusiawi. Berkaca dari itu dia tak mau kejadian terulang dan memutuskan menolak reklamasi.

"Kami menyatakan bahwa kalau rakyat kecil yang punya tanah sedikit diambil, sementara dibuat tanah yang banyak dikasihkan buat orang kaya akhirnya tidak ada keadilan di sini," ujar Sandiaga.

Sandiaga berjanji, bila terpilih menjadi wagub, masyarakat akan diprioritaskan dalam proses peremajaan kota. Dia akan memberikan kesempatan kepada rakyat Jakarta agar mendapatkan prioritas lahan, sehingga bisa bertahan hidup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X