Kompas.com - 08/02/2017, 15:42 WIB
Kompas TV Ahok Jalani Sidang Ke-8 Dugaan Penodaan Agama
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan akan memutuskan nasib Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok setelah sidang pembacaaan tuntutan.

Ahok merupakan terdakwa dugaan penodaan agama yang akan kembali aktif menjadi Gubernur DKI pada 11 Februari mendatang.

Sumarsono menjelaskan, dari aturan serta instruksi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ahok akan kembali dinonaktifkan jika tuntutan hukumannya lebih dari lima tahun. Namun, jika kurang dari lima tahun, Ahok akan tetap menjabat sebagi Gubernur DKI.

"Kalau di bawah lima tahun ya tidak perlu harus diberhentikan, tapi kalau di atas lima tahun diberhentikan sementara. Pak Kemendagri kan sudah menegaskan seperti itu ya ditunggu saja," ujar Sumarsono di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Jika belum ada keputusan yang dikeluarkan, Ahok masih tetap bisa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga Oktober 2017.

"Kalau belum ada SK (surat keputusan) dikeluarkan ya diteruskan. Sebenarnya dia (Ahok) kan sampai Oktober posisi resminya," ujar Sumarsono.

Jika memang keputusannya Ahok dinon-aktifkan, maka Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, yang akan menggantikan posisinya, yaitu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Paruh Baya Bakar Rumah Tetangga di Penjaringan, Istri Pelaku Pernah Bertengkar dengan Ibu Korban

Pria Paruh Baya Bakar Rumah Tetangga di Penjaringan, Istri Pelaku Pernah Bertengkar dengan Ibu Korban

Megapolitan
Mediasi Gagal, Warga yang Bangun Tembok di Pulogadung Hanya Mau Bongkar 50 cm

Mediasi Gagal, Warga yang Bangun Tembok di Pulogadung Hanya Mau Bongkar 50 cm

Megapolitan
Tebet Eco Park Segera Dibuka, Pengelola Bangun 4 Fasilitas Baru

Tebet Eco Park Segera Dibuka, Pengelola Bangun 4 Fasilitas Baru

Megapolitan
Ada Pengeboran Proyek Underpass, Jalan Dewi Sartika Diberlakukan Satu Arah

Ada Pengeboran Proyek Underpass, Jalan Dewi Sartika Diberlakukan Satu Arah

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Dugaan Kelalaian Kecelakaan Kerja di GOR Mampang

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Dugaan Kelalaian Kecelakaan Kerja di GOR Mampang

Megapolitan
7.000 Lowongan Pekerjaan Tersedia di 'Job Fair' Mal Thamrin City

7.000 Lowongan Pekerjaan Tersedia di "Job Fair" Mal Thamrin City

Megapolitan
Positivity Rate Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir di Jakarta Masih di Atas Standar WHO

Positivity Rate Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir di Jakarta Masih di Atas Standar WHO

Megapolitan
BMW Ditabrak Bus Pariwisata di Tol Jagorawi, Bodi Belakang Mobil Rusak Berat

BMW Ditabrak Bus Pariwisata di Tol Jagorawi, Bodi Belakang Mobil Rusak Berat

Megapolitan
Hampir 24 Jam, 2 Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi Belum Ditemukan

Hampir 24 Jam, 2 Bocah yang Terseret Arus Kali Bekasi Belum Ditemukan

Megapolitan
Kronologi Santri Tewas Dianiaya di Tangerang, Diduga Berawal dari Cekcok karena Terbentur Pintu Kamar Mandi

Kronologi Santri Tewas Dianiaya di Tangerang, Diduga Berawal dari Cekcok karena Terbentur Pintu Kamar Mandi

Megapolitan
Pelapor Meminta Roy Suryo Tetap Ditahan Sampai Seluruh Proses Hukum Selesai

Pelapor Meminta Roy Suryo Tetap Ditahan Sampai Seluruh Proses Hukum Selesai

Megapolitan
Tren Kasus Covid-19 di Jakarta 2 Pekan Terakhir, Pernah Tembus 3.279

Tren Kasus Covid-19 di Jakarta 2 Pekan Terakhir, Pernah Tembus 3.279

Megapolitan
Ini Alasan Polisi Belum Tahan Selebgram Ayu Aulia meski Berstatus Tersangka Kasus Penganiayaan

Ini Alasan Polisi Belum Tahan Selebgram Ayu Aulia meski Berstatus Tersangka Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Meski Mengaku Sakit, Ayu Aulia Tetap Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan

Meski Mengaku Sakit, Ayu Aulia Tetap Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan

Megapolitan
Mediasi Gagal, Warga Pulogadung yang Aksesnya Ditutup Tembok Berencana Pindah Rumah

Mediasi Gagal, Warga Pulogadung yang Aksesnya Ditutup Tembok Berencana Pindah Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.