Sumarsono Sempat Khawatirkan Tekanan Politik dan Banjir di Jakarta

Kompas.com - 08/02/2017, 18:57 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono saat ditemui usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pengamanan Pilkada serentak 2017, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono saat ditemui usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pengamanan Pilkada serentak 2017, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com-
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengaku sempat khawatir saat pertama kali ditunjuk menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta.

Sumarsono atau biasa disapa Soni itu menjelaskan, dia khawatir karena melihat kompleksitas masalah Ibu Kota dan besarnya tekanan politik. Namun, permasalahan yang benar-benar dikhawatirkan Soni adalah ancaman banjir.

"Saya pertama-pertama kikuk menjabat Plt, karena tekanan politik dan dinamika yang ada. Saya takut ketika memimpin, banjir di mana-mana," ujar Soni di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

(Baca: Sumarsono Lega Selesaikan Tugas Plt Gubernur Saat Jakarta Kondusif)

Namun, setelah tiga bulan menjabat, Soni merasa lega karena kekhawatirannya itu tak terjadi. Soni mengatakan selama dia menjabat, tak pernah sekalipun menemukan banjir di Jakarta.

Dia lalu memuji kepemimpinan Joko Widodo yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Soni menilai Jokowi dan Ahok sukses mengatasi banjir karena konsisten dalam program penanggulangan banjir.

"Sekarang Alhamdulillah belum temukan banjir, yang ada hanya genangan. Jujur saja ini upaya keberhasilan Pak Jokowi dan Pak Ahok, strateginya konsisten. Kanal banjir, relokasi, (membersihkan) selokan yang buat Jakarta bebas banjir," ujar Soni.

(Baca: DPRD DKI Nilai Sumarsono Berhasil Jalankan Tugas sebagai Plt Gubernur)

Soni menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok yang cuti kampanye pada Oktober 2016. Masa jabatan Soni akan berakhir pada 11 Februari.

(Baca: Kebijakan yang Diambil Sumarsono Selama Menjabat Plt Gubernur DKI)

Kompas TV Ada Pro & Kontra pada Kebijakan PLT Gubernur DKI Sumarsono


Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X