Elektabilitas Naik Berdasarkan Survei Litbang "Kompas", Ini Kata Anies

Kompas.com - 09/02/2017, 11:47 WIB
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai menyambangi kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017) malam. Alsadad RudiPasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno usai menyambangi kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2017) malam.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, menilai kenaikan tingkat elektabilitasnya yang diperlihatkan melalui survei Litbang Kompas merupakan hasil kerja bersama dengan para relawan.

Anies juga kembali menyinggung mengenai perumpamaan elektabilitas seperti naik gunung.

"Saya selalu bilang, lihat pertumbuhannya, jangan lihat angkanya. Ini kan seperti mendaki gunung tuh, puncaknya tanggal 15 (Februari 2017)."

"Kalau selalu ngukur ketinggiannya berapa, orang perjalanannya masih panjang. Kami konsisten dengan strategi kami, kami teruskan," kata Anies saat ditemui tengah diskusi bersama warga difabel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017) pagi.


Menurut Anies, dari rentang waktu akhir tahun 2016 hingga awal 2017 ini, para relawannya telah bekerja dengan senyap.

Pergerakan para relawan baru terasa dan tampak ketika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi pengarahan langsung kepada mereka yang berjumlah ribuan orang di kediamannya, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

"Organisasi itu dibangun pelan-pelan dan enggak kelihatan. Sunyi. Baru Januari organisasi kelihatan keluar. Baru mulai kampanye bersama-sama para relawan. Jadi, angka yang meningkat itu refleksi dari organisasi yang sudah bekerja," kata Anies.

Dia juga mengumpamakan peningkatan elektabilitasnya bersama Sandiaga Uno seperti membangun rumah. Pekerjaan dimulai dari membangun fondasi, tembok, hingga atap atau gentengnya.

"Tetapi, yang kelihatan dari luar kan gentengnya, jadi pada cepat-cepat tuh pasang genteng. Fondasinya mana? Temboknya mana? Yang dilihat genteng terus. Kami bekerjanya bertahap dan memang kalau kerja bertahap harus mengelola kesabaran orang," ujar Anies.

Secara pribadi, Anies menyampaikan terima kasih atas kerja keras para relawan selama ini. Dia meyakini, dengan cara kerja seperti itu, dapat mengantarkan dirinya dan Sandi untuk memimpin Jakarta kelak.

Survei Litbang Kompas menunjukkan adanya peningkatan elektabilitas pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini berhasil meningkatkan proporsi dukungan secara signifikan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Megapolitan
Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Megapolitan
Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Megapolitan
Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Megapolitan
Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Megapolitan
Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Megapolitan
Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Megapolitan
Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Megapolitan
Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Megapolitan
Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Megapolitan
KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

Megapolitan
Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Megapolitan
Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X