Dukung Anies-Sandi, Pengurus PKB Jaksel Tak Takut Dipecat

Kompas.com - 09/02/2017, 11:49 WIB
Sandiaga Uno (kiri), Presiden PKS Sohibul Iman (tengah), Anies Baswedan (kanan) diabadikan saat kampanye akbar calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi, di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/2/2017). Acara ini merupakan bentuk dukungan dari para simpatisan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 tersebut. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISandiaga Uno (kiri), Presiden PKS Sohibul Iman (tengah), Anies Baswedan (kanan) diabadikan saat kampanye akbar calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi, di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/2/2017). Acara ini merupakan bentuk dukungan dari para simpatisan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 tersebut.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPC PKB Jakarta Selatan Dedi Sulaiman mengaku tak takut dengan risiko pemecatan karena mendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sikap Dedi ini berbeda dengan keputusan resmi PKB yang mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Kami sudah paham risiko penonaktifan setelah sikap berbeda. Pasti ada dinamika," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (9/2/2017).

(Baca juga: Simpatisan dan Pengurus PKB Jaksel Bentuk Relawan Dukung Anies-Sandi)


Dedi memprediksi akan ada bantahan dari DPW PKB DKI Jakarta atas sikap berbeda terkait Pilkada DKI Jakarta 2017 tersebut.

Ia menduga DPW PKB DKI akan membantah dengan tidak mengakui DPC PKB Jakarta Selatan.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa dia dan sejumlah pengurus DPC PKB Jakarta Selatan yang mendukung Anies-Sandiaga masih memiliki SK hingga 2017.

"Lagi pula sikap kami atas nama pribadi dan tak mengatasnamakan partai," kata Dedi.

Adapun soal sanksi pemecatan dari partai, Dedi mengatakan bahwa ia tak terlalu mempermasalahkannya.

Sebab, sejak PKB resmi mendukung Agus-Sylvi, dia dan sejumlah pengurus lain di PKB Jakarta Selatan tak pernah dilibatkan.

"Akhirnya menjelang akhir kampanye pilkada ini kami memutuskan untuk meresmikan dukungan ke Anies-Sandi," kata Dedi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Modus Ojek Pangkalan Kelabui Penumpang di Terminal Kalideres, Tarif Rp 200.000 Disebut 20

Megapolitan
 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X