Anies: Kaum Difabel Tak Butuh Garis-garis Kuning, tetapi Pekerjaan

Kompas.com - 09/02/2017, 17:49 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui warga difabel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017) pagi. Anies mencatat sejumlah permintaan warga difabel yang merasa perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap mereka belum maksimal. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui warga difabel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017) pagi. Anies mencatat sejumlah permintaan warga difabel yang merasa perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap mereka belum maksimal.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, mencatat sejumlah hal yang jadi perhatian kaum difabel di Jakarta.

"Saya perhatikan, teman-teman difabel ini petarung. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, bukan garis-garis kuning. Yang dibutuhkan pekerjaan, kesempatan untuk bisa berkarya," kata Anies kepada wartawan usai berkumpul dan berdiskusi bersama perwakilan kaum difabel di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017).

Pernyataan Anies sejalan dengan pendapat Ketua Komite Advokasi Penyandang Disabilitas Indonesia Fikri Thalib, yang turut hadir pada acara tersebut.

Menurut Fikri, guiding block atau garis-garis kuning yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di trotoar bukanlah hal mendasar bagi kaum difabel.


"Guiding block itu memang bagus dan membantu ya, tetapi kami lebih butuh lapangan kerja. Sama perlakuan yang sama dari lingkungan kami, termasuk di tempat kerja," kata Fikri.

Menurut Anies, pihaknya telah lama menaruh perhatian lebih kepada kaum difabel di Jakarta. Anies memastikan, jika terpilih pada Pilkada DKI Jakarta, dia akan kembali menemui para kaum difabel untuk membahas kebijakan strategis yang lebih memihak mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X