Antasari Akan Diperiksa Terkait Laporannya pada Pekan Depan

Kompas.com - 10/02/2017, 16:27 WIB
Antasari Azhar saat meninggalkan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGAntasari Azhar saat meninggalkan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pekan depan pihaknya akan memanggil mantan Ketua Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terkait tindak lanjut laporan Antasari pada tahun 2011.

"Jadi untuk perkembangan kasus Pak Antasari ini masih dalam tahap penyelidikan dan kami sudah memeriksa pelapornya, sudah kami periksa, dan selanjutnya minggu depan kami akan panggil Pak Antasari," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/2/2017).

Argo mengatakan, sebelumnya pelapor yakni kuasa hukum Antasari, Masayu Donny Kertopati telah diperiksa.

Pada 25 Agustus 2011, Masayu melaporkan "dugaan teror dengan cara mengirimkan SMS gelap" pada sekitar bulan Februari 2011, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi.

Tanda bukti lapor (TBL) laporan itu tercatat bernomor TBL/345/VIII/2011/Bareskrim. Adapun laporan polisi itu teregistrasi dengan nomor LP/555/VII/2011/Bareskrim tertanggal 25 Agustus 2011. Laporannya ditangani Polda Metro Jaya.

"Kami panggil enggak datang. Panggilan kedua baru datang, baru kami periksa," kata Argo.

Lihat: Ini Kesulitan Polri Usut Kasus Dugaan SMS Palsu Antasari ke Nasrudin

Laporan yang mandek sejak 2011 itu telah dua kali diajukan praperadilannya. Namun ditolak di pengadilan.

Argo mengatakan, pihaknya terkendala dengan minimnya bukti permulaam untuk mengusut kasus itu.

Baca: Mengingat-ingat Laporan Antasari soal SMS Ancaman ke Nasrudin...

Antasari baru saja bebas dari penjara, setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Ia divonis 18 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, bos PT Putra Rajawali Bantaran.

Mantan Ketua KPK era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tetap pada pendiriannya bahwa dia tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Segala upaya bandingnya gagal. Namun  Presiden Joko Widodo akhirnya mengeluarkan grasi pada 23 Januari 2017 dan dia dinyatakan bebas.

Meski demikian, Antasari tetap ingin mencari keadilan. Ada hal-hal dalam perkara itu yang dirasanya belum tuntas, yakni otak aksi dalam perkara yang dituduhkan kepada dirinya belum terungkap.

Salah satu pintu masuknya adalah dengan meminta polisi mengusut laporan mengenai SMS ancaman itu. Pengusutan siapa yang sebenarnya yang mengirim SMS ke ponsel Nasrudin itu disebut-sebut akan menguak otak yang sebenarnya dalam kasus pembunuhan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di 3 Lokasi di Jakbar: Agar Menderita Sepertinya

Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di 3 Lokasi di Jakbar: Agar Menderita Sepertinya

Megapolitan
Sempat Dikandangkan karena Video Tak Senonoh, Bus Transjakarta Zhong Tong Kembali Beroperasi

Sempat Dikandangkan karena Video Tak Senonoh, Bus Transjakarta Zhong Tong Kembali Beroperasi

Megapolitan
Rumah di Samping Stasiun Pasar Minggu Terbakar

Rumah di Samping Stasiun Pasar Minggu Terbakar

Megapolitan
PKL Padati Jalur Pedestrian Kota Tua

PKL Padati Jalur Pedestrian Kota Tua

Megapolitan
Menilik Persoalan Pendapatan Pajak di DKI, Benarkah Terjadi Defisit?

Menilik Persoalan Pendapatan Pajak di DKI, Benarkah Terjadi Defisit?

Megapolitan
Warganya Diteror Cairan Kimia, Wali Kota Jakbar Ajak Tingkatkan Kewaspadaan

Warganya Diteror Cairan Kimia, Wali Kota Jakbar Ajak Tingkatkan Kewaspadaan

Megapolitan
Pertengahan November 2019, APBD DKI Baru Terserap 60 Persen

Pertengahan November 2019, APBD DKI Baru Terserap 60 Persen

Megapolitan
Tersangka Penyiraman Air Keras Disebut Beraksi di 3 Lokasi

Tersangka Penyiraman Air Keras Disebut Beraksi di 3 Lokasi

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Freed Terbakar di Dekat Mapolsek Jatinegara

Diduga Korsleting, Mobil Freed Terbakar di Dekat Mapolsek Jatinegara

Megapolitan
Polisi Amankan Satu Pelaku Teror Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat

Polisi Amankan Satu Pelaku Teror Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat

Megapolitan
Sebelum Kabur, Pencuri Ponsel di Pondok Aren Tusuk Pegawai Konter

Sebelum Kabur, Pencuri Ponsel di Pondok Aren Tusuk Pegawai Konter

Megapolitan
4 Festival yang Bisa Dikunjungi Warga Jakarta Akhir Pekan Ini

4 Festival yang Bisa Dikunjungi Warga Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Dilaporkan ke Badan Kehormatan, 'Nasib' William PSI Segera Ditentukan Pimpinan DPRD DKI

Dilaporkan ke Badan Kehormatan, "Nasib" William PSI Segera Ditentukan Pimpinan DPRD DKI

Megapolitan
Kusni Kasdut, Penjahat Fenomenal: Perampokan Museum Nasional (1)

Kusni Kasdut, Penjahat Fenomenal: Perampokan Museum Nasional (1)

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Ponsel yang Pura-pura Pinjam Korek Api Pegawai Konter

Polisi Tangkap Pencuri Ponsel yang Pura-pura Pinjam Korek Api Pegawai Konter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X