Kompas.com - 11/02/2017, 11:10 WIB
Keluarga calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, istri Ahok Veronica Tan, adik Ahok Fifi Lety Indra, dan putra sulung Ahok Nicholas Sean Purnama, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKeluarga calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, istri Ahok Veronica Tan, adik Ahok Fifi Lety Indra, dan putra sulung Ahok Nicholas Sean Purnama, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menemui warga pada masa kampanye terakhir Pilkada DKI Jakarta 2017, di Rumah Lembang, Sabtu (11/2/2017).

Sama seperti sebelumnya, warga berkemeja kotak-kotak terlihat memadati markas pemenangan pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang terletak di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat tersebut.

Tak ada warga yang mengadu, melainkan hanya berfoto bersama Ahok. Warga yang ingin berfoto bersama Ahok diharuskan mengambil nomor antrean terlebih dahulu.

Selain itu, tak sedikit pula warga yang membawa anak-anaknya untuk datang ke Rumah Lembang. Saking asyiknya, ada seorang ibu yang meninggalkan anaknya di atas panggung. Hal itu terjadi setelah sekelompok orang berfoto dengan Ahok.

"Tolong Ibu, ini anaknya namanya Nelson ketinggalan di atas panggung," kata Nuri Cholida, pembawa acara.

Kemudian, anak kecil itu dibawa ke sisi kanan panggung oleh panitia. Sang ibu masih belum menghampiri anaknya.

Sementara itu, Ahok yang ada di atas panggung terlihat masih meladeni permintaan foto warga. Melalui pengeras suara, Nuri kembali meminta sang Ibu untuk menjemput anaknya di dekat panggung.

"Kepada Ibu Suryani dari Bojong ditunggu anaknya, Nelson, di ataa panggung. Ibunya asyik foto sama Pak Ahok, anaknya ketinggalan," kata Nuri.

Beberapa saat kemudian, Suryani menghampiri Nelson di dekat panggung. Ibu itu disoraki warga yang memadati Rumah Lembang karena meninggalkan anaknya.

Sesi foto bersama Ahok dilanjutkan. Beberapa kali, pembawa acara mengingatkan agar warga tak menyentuh atau mencium Ahok. Hanya saja, masih banyak warga yang mencoba mencium Ahok.

"Ibu-ibu diingatkan kembali aturannya. Pak Ahok untuk tidak diusap-usap, dipeluk-peluk, diraba-raba. Mau itu Bapak, Ibu, Kakek, atau Nenek ya," kata Nuri.

Kompas TV Ahok Berdialog dengan Pendeta di Rumah Lembang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Polsek Matraman Beri Uang untuk Tarik Minat Anak-anak Usia 6-11 Tahun Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Street Race di Ancol Rencananya Hendak Digelar 2 Kali Dalam Sepekan

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Wagub DKI: Vaksinasi Booster di Jakarta Capai 143.020

Megapolitan
Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Animo Street Race Ancol Tinggi, Masih Ada yang Mau Daftar Saat Kapasitas Peserta Penuh

Megapolitan
Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Tarif KRL Akan Naik, YLKI Sebut Masyarakat Setuju asal Ada Peningkatan Pelayanan

Megapolitan
Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Transmisi Lokal Omicron di Jakarta Tembus 153 Kasus, Wagub DKI Minta Warga Hati-hati

Megapolitan
Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Selama PTM di Jakarta Ditemukan di 15 Sekolah

Megapolitan
Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Belum Mengetahui Rencana Revitalisasi di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Setelah Ancol, Street Race Rencananya Digelar di Serpong Tangsel

Megapolitan
Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Ini 8 Kelas yang Bertanding di Ajang Street Race Ancol

Megapolitan
Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek untuk Keadilan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.