Pembangunan Jalan Inspeksi di Kali Mookervart Terkendala Masalah Rusun

Kompas.com - 12/02/2017, 14:38 WIB
Rumah warga di bantaran Kali Mookervart, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (7/8/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinRumah warga di bantaran Kali Mookervart, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (7/8/2014).
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi mengatakan, pembangunan jalan inspeksi di sepanjang Kali Mookervart, Jakarta Barat, belum selesai dilakukan. Anas mengatakan, pembangunan baru dilakukan sebagian setelah pembebasan lahan dan relokasi warga di bantaran Kali Mookervart ke rumah susun (rusun). Namun sebagian lagi belum dibangun.

"Belum ditertibkan dan dibangun karena keterbatasan rumah susun. Mereka kami pindahkan ke rusun, baru ditertibkan dan dibangun," kata Anas dalam acara laporan penyelenggaraan Pemkot Jakarta Barat di Kantor Walikota Jakarta Barat, Minggu (12/2/2017).

Karena belum semuanya dibangun, badan jalan yang sudah selesai itu kini digunakan untuk parkir mobil warga. Banyak PKL juga yang berjualan di sana.

"Kalau dituntaskan, ini bisa nyambung dan mengurangi kemacetan. Dari Tangerang ke Jakarta menggunakan Jalan Daan Mogot, dari Jakarta-Tangerang pake jalan yang kami buat ini (jalan inspeksi)," kata dia.

Kendala lain, kata Anas, adalah belum ada anggaran pembebasan lahan oleh instansi terkait.

Pembangunan jalan juga terkendala karena menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) yang saat ini tengah bermasalah.

"Ini apakah akan lanjut dana CSR atau pemda, supaya enggak terbengkalai," ucap Anas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menanggapi masalah tersebut meminta Anas untuk tidak melanjutkan dulu pembangunan jalan inspeksi karena belum ada rusun yang tersedia.

"Biarkan saja dulu. Sekarang kita lakukan pengerukan saja dulu, sheet pile dituntaskan dulu. Jangan menambah pekerjaan lagi yang belum tentu kita tuntas supaya kita fokus," kata Djarot.

Djarot juga tidak ingin ada pembangunan yang mangkrak.

"Itulah fokus kita yang harus kita selesaikan. Yang bisa dituntaskan langsung tuntaskan. Hasilnya bisa langsung kelihatan, bisa langsung dinikmati," kata Djarot.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Megapolitan
UPDATE 25 Februari: Ada 40 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya 7.145

UPDATE 25 Februari: Ada 40 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya 7.145

Megapolitan
Musnahkan 3.140 Botol Miras, Wali Kota Tangerang: Peredaran Miras di Kota Tangerang Ilegal

Musnahkan 3.140 Botol Miras, Wali Kota Tangerang: Peredaran Miras di Kota Tangerang Ilegal

Megapolitan
Komplotan Pengedar Narkoba yang Ditangkap Hendak Edarkan Sabu Asal Malaysia di Lombok

Komplotan Pengedar Narkoba yang Ditangkap Hendak Edarkan Sabu Asal Malaysia di Lombok

Megapolitan
Mayat Perempuan Dalam Plastik Sampah di Bogor Teridentifikasi, Korban adalah Pelajar SMA

Mayat Perempuan Dalam Plastik Sampah di Bogor Teridentifikasi, Korban adalah Pelajar SMA

Megapolitan
Terdampak Banjir Kabupaten Bekasi, 2 Jalur KA antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Selesai Diperbaiki

Terdampak Banjir Kabupaten Bekasi, 2 Jalur KA antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Selesai Diperbaiki

Megapolitan
Berkaca dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Kasatpol PP DKI Minta Warga Laporkan Pelanggaran Prokes

Berkaca dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Kasatpol PP DKI Minta Warga Laporkan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Iming-imingi Uang Rp 500.000, WNA Cabuli Remaja hingga 4 Kali

Iming-imingi Uang Rp 500.000, WNA Cabuli Remaja hingga 4 Kali

Megapolitan
12.000 Lansia di Mampang Prapatan Akan Divaksinasi, Puskesmas Tunggu Vaksin Covid-19 dari Kemenkes

12.000 Lansia di Mampang Prapatan Akan Divaksinasi, Puskesmas Tunggu Vaksin Covid-19 dari Kemenkes

Megapolitan
BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

Megapolitan
PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Wakil Ketua Fraksi Demokrat: Saya Pribadi Tak Setuju

PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Wakil Ketua Fraksi Demokrat: Saya Pribadi Tak Setuju

Megapolitan
PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Fraksi PDI-P Sebut Mending Evaluasi Teknis bersama SKPD

PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Fraksi PDI-P Sebut Mending Evaluasi Teknis bersama SKPD

Megapolitan
Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda

Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda

Megapolitan
Bela Anies, Fraksi PKS Nilai Interpelasi yang Diajukan PSI Hanya Pencitraan

Bela Anies, Fraksi PKS Nilai Interpelasi yang Diajukan PSI Hanya Pencitraan

Megapolitan
Fraksi PSI Cari 'Teman' untuk Interpelasi Anies soal Banjir Jakarta

Fraksi PSI Cari "Teman" untuk Interpelasi Anies soal Banjir Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X