Kompas.com - 13/02/2017, 13:43 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie di Kantor PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017). Kahfi Dirga CahyaKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie di Kantor PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluncurkan gerakan Solidaritas Anti-politik Uang (SAPU) pada pilkada serentak 2017.

Gerakan ini muncul karena PSI menilai politik uang selama ini yang menggerogoti praktik politik di Indonesia.

(Baca juga: Diduga Lakukan Politik Uang, Empat Warga Ditangkap)

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, gerakan anti-politik uang ini direalisasikan ke dalam bentuk pusat pelaporan.

Masyarakat bisa memberikan laporan langsung dalam bentuk foto atau video ke pusat laporan SAPU bila menemukan kecurangan saat dan setelah pencoblosan.

"Kami siapkan semudah mungkin orang mengakaes call center, mulai dari menelepon langsung, SMS, WA (WhatsApp), email," kata Grace di Kantor PSI, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Nomor untuk pusat pelaporan SMS, WhatsApp, atau telepon yakni 081319999147 dan 085899991407.

Format untuk Laporan lewat SMS dan WhatsApp adalah, Ketik SAPU (spasi) LAPOR (spasi) NAMA DEPAN ANDA (spasi) LOKASI.

(Baca juga: "Politik Uang adalah Suatu Kejahatan")

Sementara itu, untuk laporan telepon baru aktif dari pukul 09.00-22.00 WIB. Cara lain adalah dengan lewat surat elektronik ke sapu@psi.id.

Pelapor diwajibkan menulis identitas, kronologi, identitas pelaku dan korban, berikut foto atau video yang direkam.

"Idenya hanya simpel saja, kami sadar untuk membuktikan praktik politik uang sulit, belum lagi ada keenganan untuk melapor, apalagi budaya melapor belum tumbuh di masyarakat," kata Grace.

Kompas TV Masa tenang pilkada pada 12 sampai 14 Februari mendatang dikhawatirkan rawan diwarnai pelanggaran. Ujaran kebencian di media sosial menjadi potensi pelanggaran paling tinggi, memasuki masa tenang pilkada. Untuk mengantisipasi ujaran kebencian di media sosial dan politik uang, JPPR berharap peran aktif Badan Pengawas Pemilu.??
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Megapolitan
UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

Megapolitan
Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Depok Hujan Petir pada Siang hingga Sore

Megapolitan
Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Siswi SMK di Cipayung yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang ke Rumah

Megapolitan
Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Melonjak Jelang Libur Hari Raya Waisak

Megapolitan
Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Jakarta Hujan Deras Minggu Sore, 24 RT Terendam Banjir

Megapolitan
Hujan Deras, Puluhan Rumah di Kramatjati Terendam Banjir hingga 50 Cm

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Kramatjati Terendam Banjir hingga 50 Cm

Megapolitan
Pamit Sekolah sejak Jumat, Siswi SMK di Cipayung Hilang Tak Kunjung Pulang, HP Ditinggal

Pamit Sekolah sejak Jumat, Siswi SMK di Cipayung Hilang Tak Kunjung Pulang, HP Ditinggal

Megapolitan
Bus Wisata Gratis Transjakarta Kembali Beroperasi, Simak Jadwal dan Rutenya

Bus Wisata Gratis Transjakarta Kembali Beroperasi, Simak Jadwal dan Rutenya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.