Timses Pertanyakan Adanya Brosur Ahok-Djarot dalam Paket Brosur "Black Campaign" Anies-Sandi

Kompas.com - 13/02/2017, 18:26 WIB
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan Pasangan Cagub-Cawagub Nomor Pemilihan Tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi, menunjukkan lima jenis brosur yang disita Panwaslu Jakarta Barat di Kantor Panwaslu Jakarta Barat, Jalan Kebon Jeruk Raya, Senin (13/2/2017). Nursita SariWakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan Pasangan Cagub-Cawagub Nomor Pemilihan Tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi, menunjukkan lima jenis brosur yang disita Panwaslu Jakarta Barat di Kantor Panwaslu Jakarta Barat, Jalan Kebon Jeruk Raya, Senin (13/2/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Yupen Hadi, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mempertanyakan adanya brosur bernada positif terkait pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dalam paket brosur black campaign terhadap Anies-Sandi yang disita Panwaslu Jakarta Barat.

"Anehnya mengapa pada saat ada kampanye hitam, di dalamnya juga ada terselip ini (brosur Ahok-Djarot) di dalam tumpukan yang sama, janji salah satu paslon," ujar Yupen di Kantor Panwaslu Jakarta Barat, Jalan Kebon Jeruk Raya, Senin (13/2/2017).

(Baca juga: Penyebar Brosur "Black Campaign" di Jakbar Sama dengan yang di Jaktim)

Yupen berharap, panwaslu, polisi, dan jaksa yang tergabung dalam tim sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) dapat menelusuri maksud adanya positive campaign terhadap Ahok-Djarot dan negative campaign terhadap Anies-Sandi itu.

"Kami tidak berani menduga, tetapi hanya bertanya-tanya apa kaitannya. Di dalam paket yang sama, di dalam tumpukan bukti bersama-sama, terdapat ini (brosur Ahok-Djarot)," kata Yupen.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi sebelumnya mengatakan, ada lima jenis brosur berisi black campaign yang disita Panwaslu Jakarta Barat di rumah kontrakan seseorang bernama Novi alias Edo di Jalan Asem, RT 004 RW 08, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/2/2017).

Brosur-brosur tersebut berisi black campaign terhadap Anies-Sandi. Selain itu, dua brosur lainnya yakni berkaitan dengan pasangan calon nomor pemilihan dua, Ahok-Djarot. Namun, brosur terkait Ahok-Djarot bernada positif.

(Baca juga: Penyebar Brosur "Black Campaign" di Jakbar Sama dengan yang di Jaktim)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

Megapolitan
Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

Megapolitan
Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

Megapolitan
Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

Megapolitan
Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

Megapolitan
Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

Megapolitan
Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

Megapolitan
Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

Megapolitan
Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

Megapolitan
Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

Megapolitan
Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

Megapolitan
Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

Megapolitan
Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X