Kompas.com - 14/02/2017, 07:00 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi ahli yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah dua kali ditolak oleh kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

Senin (13/2/2017) kemarin, pengacara Ahok mengajukan keberatan terhadap saksi ahli agama dari MUI, Muhammad Amin Suma, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

"Perkenankan kami menyampaikan pokok-pokok keberatan kami. Pertama MUI telah menerbitkan surat tugas menugaskan Muhammad Amin Suma mewakili MUI untuk memberi keterangan sebagai saksi ahli ke penyidik," kata pengacara Ahok, Humphrey Djemat.

Humphrey mengatakan Amin sendiri merupakan pengurus Komisi Hukum dam Perundang-undangan MUI. Komisi itu telah mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaan MUI terkait kasus Ahok tersebut.  Dengan demikian Amin dinilai memiliki konflik kepentingan dalam kasus itu.

"Sebab di satu sisi dia menjadi bagian dari masalah dalam perkara ini. Sedangkan di sisi lain dia mau menjadi bagian dari solusi dengan menjadi ahli," kata Humphrey.

Pengacara berpendapat orang yang memiliki konflik kepentingan tidak mungkin bisa bertindak sebagai ahli independen dan objektif. Amin dinilai sudah memiliki keberpihakan terlebih dahulu dalam kasus itu.

Dalam persidangan, Humphrey sempat meminta hakim untuk tidak memeriksa Amin sebagai saksi ahli di persidangan.

"Dan agar ahli tersebut dinyatakan sebagai ahli yang tidak kredibel dan tidak patut didengar keterangannya dalam persidangan ini," ujar dia.

Alasan jaksa

Pada akhirnya, Amin tetap diperiksa sebagai ahli dalam persidangan itu. Hakim mengizinkan Amin menjadi saksi karena menilai jaksa dan kuasa hukum memiliki hak yang sama untuk mengajukan saksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Megapolitan
Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang 'Gowes' di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang "Gowes" di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

Megapolitan
Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Megapolitan
Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Megapolitan
PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Megapolitan
Temuan 'Buli-buli' dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Temuan "Buli-buli" dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Megapolitan
Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Megapolitan
Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Megapolitan
Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Megapolitan
Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Megapolitan
Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.